Instagram

Aku Siap untuk Mati demi Nama Tuhan Yesus

TUHAN kiranya melakukan apa yang baik dimata-Nya.” Dan ini tepat.

Pengambilan resiko yang agung dalam Perjanjian Baru (PB)  adalah Rasul Paulus. Bayangkan terlebih dahulu, Paulus dalam perjalananya ke Yerusalem setelah bertahun-tahun menderita untuk Kristus hampir ke mana pun ia pergi. Ia telah mengikat dirinya dalam Roh Kudus (Kis 91:21). Ia telah mengumpulkan banyak uang untuk orang miskin, dan ia ingin melihat apakah persembahan itu disampaikan dengan setia. Ia tiba di Kaesarea, dan seorang nabi bernama Agabus datang ke Yudea, secara simbolis mengikat tangan dan kakinya sendiri dengan ikatan pinggang Paulus, dan berkata “Demikianlah kata Roh Kudus: ‘beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain (Kis 21:11).

Ketika orang-orang percaya mendengar hal itu, mereka memohon kepada Paulus untuk tidak ke Yerusalem. Ia menjawab, “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau manghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus (Kis 21:13). Lalu, Lukas memberitahu kita, mereka menyerah dan berkata” jadilah kehendak Tuhan” (Kis 21:!4).

Dengan kata lain, Paulus percaya bahwa perjalanan kali ini ke Yerusalem sangat diperlukan untuk kepentingan Kristus. Ia tidak mengetahui detail-detail dari apa yang akan terjadi di sana atau apa yang akan menjadi hasil akhirnya. Penangkapan dan pembuangan? Tidak ada yang tahu.

Jadi apa yang mereka katakana? Mereka dapat sepakat menganai suatu hal: TUHAN kiranya melakukan apa yang baik dimata-Nya.” Dan ini tepat.

Demikianlah Paulus menyaksikan hidupnya hanya untuk Kristus. Dia rela mati dan bahkan ancaman yang dia tidak tahu akan terjadi, tetapi dia berani mengambil resiko. Sebagaimana juga kita sebagai orang percaya Yesus. Apakah kita rela mati dan mengorbankan seluruh hidup kita hanya untuk kemuliaan Tuhan, apakah kita berpikir jauh ke sana untuk kepentingan Kristus atau sama sekali tidak memikirkan akan hal itu, serta hanya mementingkan kepentingan kita sendiri.  Orang yang percaya Yesus kita harus mengambil bagian untuk lebih setia dalam kasih Tuhan.

 

Tuhan Yesus Memberkati!

Share! jika renungan ini memberkatimu.