Instagram

Author: Franz Sisboa

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Korintus 5:10) Paulus menyatakan bahwa kita semua, baik pengkhotbah maupun kaum awam, "harus menghadap

Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. (Kejadian 22:9) Peristiwa ini adalah sebuah gambaran dari kekeliruan kita dalam memikirkan

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. (Matius 10:27) Adakalanya Allah memasukkan kita ke dalam pengalaman dan disiplin dalam kegelapan untuk mengajar kita mendengar dan mematuhi 

Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." (1 Samuel 3:10) Mendengar dengan cermat dan sungguh-sungguh kepada satu hal dari Allah bukan berarti mendengarkan semua hal yang diucapkan-Nya.

Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan (Efesus 6:14). Kalau menyinggung pemikiran yang kita yakin tidak mudah diterima oleh banyak orang Kristen, yaitu bahwa inti kekristenan bukanlah untuk memberikan hidup yang bebas dari persoalan, tetapi menanamkan secara dalam kenyataan yang

Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. (Roma 6:18) Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh pemuda Kristen di zaman sekarang yang berhubungan dengan sikap tunduk kepada kekuasaan adalah: Bagaimana kepatuhan kristiani diterapkan sesuai dengan kemerdekaan kristen? Seorang pendeta menceritakan