Instagram

Berseru Kepada Tuhan!

“Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.”     (Mazmur 18: 7)

Ada saat-saat dalam hidup ketika hal terbaik yang dapat Kita lakukan adalah berseru kepada Tuhan dari lubuk hati Kita. Jangan khawatir tentang terlihat tidak terhormat, atau membuat orang berpikir Anda tidak memiliki iman. Pemazmur berkata, ” Dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN… [dan] Ia mendengar suaraku.” Setiap orang tua tahu kalau ada anaknya berteriak dan menangis minta tolong. Ini berbeda; itu bukan amarah atau rengekan untuk perhatian, itu teriakan atau seruan dalam kesusahan. Dan meskipun itu datang di tengah malam, sebelum Anda menyadarinya, kaki Anda menyentuh lantai dan Anda berada di samping anak Anda memegangnya, mengubahnya, memberinya makan, dan menghibur mereka. Itulah yang Tuhan rasakan tentang Anda. Ketika Anda menjadi sangat rendah sehingga Anda menjangkau hanya untuk menyentuh dasar, menangislah kepada Tuhan! Daud berkata: ‘Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir. Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah dan dari orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku. Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku.”(ayat 16-19). Daud menemukan bahwa Allah adalah ‘menara tingginya’ (Mazmur 18: 2 KJV). Pada zaman Alkitab, menara tinggi adalah tempat yang aman di mana musuh tidak dapat menjangkau Anda.  (Amsal 18:10 NKJV) mengatakan, ‘Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat’. Itu melambangkan tempat yang aman di dalam Tuhan di mana Anda diangkat di atas ancaman dan keadaan terdesak. Di sinilah Anda mendapatkan kembali perspektif Anda; tempat di mana Anda dapat melihat ke depan dan tahu cobaan ini akan segera berakhir. Silakan, berseru kepada Tuhan dan Dia akan menjawab Anda.

 

*image by : https://www.poemhunter.com/i/poem_image/94/52729894_poem_56.jpg

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.