Instagram

Buah Kedagingan

Ketika kita bersekutu dengan Allah melalui komunikasi dengan Roh Kudus-yang telah membuat tabiat roh kita hidup bagi Allah-kita mengatasi tabiat daging–Marilyn Hickey

Ketika Adam “mengobrol” dirinya kepada Setan untuk segigit buah, buah itu mengandung bibit yang menghasilkan kematian didalam dirinya dan semua keturunanya. Adam dan Hawa disingkirkan dari hadapan Allah, hubungan mereka dengan Pencipta menjadi buruk. Sebaliknya, setan menjadi inspirasi (bapa) dari tabiat dosa mereka. Mereka dan buah tubuhnya sekarang berekambang biak sesuai dengan sifat alami dosa.

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseturuan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya, barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian kerajaan Allah (Gl 5:19-20).

Selama manusia masih dalam daging, dia harus berurusan dengan tabiat daging, yang berusaha menghasilkan buah menurut jenisnya. Tetapi Allah, dalam kemurahan hati dan kasihNya yang sangat besar, menyediakan satu jalan bagi Adam dan benihnya untuk dibebaskan dari tabiat daging dan kembali kepada persekutuan dengan-Nya melalui benihNya, Yesus:

Siapkah yang akan melepasakan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang member hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus Yesus. Roh, yang member hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukuman dosa dan hukum maut. (Roma 7:24-26; 8:1-2).

Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebegai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang akan berkenan kepada Allah: itu adalah Ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu member dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum taurat (Gal 5:16-18).

 

Ketika kita “memakan” Yesus, benih itu memproduksi tabiat baru dalam manusia batiniah kita. Ketika kita bersekutu dengan Allah melalui komunikasi dengan Roh Kudus – yang telah membuat tabiat roh kita hidup bagi Allah – kita mengatasi tabiat daging. Kita tidak menghasilkan buah kedagingan, tetapi menghasilkan buah Roh Kudus.

Share! jika renungan ini memberkatimu.