Instagram

Bunyi Perintah yang Kesepuluh

Jika kita membaca Sembilan perintah pertama dalam sepuluh perintah sambil lalu tanpa banyak merenungkannya, kita mungkin akan berpikir bahwa kita adalah orang yang baik. Kita tidak berdoa kepada patung atau membunuh atau mencuri. Jika kita melihat sepuluh perintah dengan cara demikian, kita gagal menyelami hati kita. Kita tidak melihat bahwa kita juga dapat melanggar sepuluh printah dengan pikiran dan sikap yang salah dalam hati kita. Salah satau tujuan printah kesepuluh adalah memaksa kita melihat hati kita sehinga kita menyadari bahwa kita berdosa.

Saulus adalah seorang yang sangat cerdas. Seumur hidupnya ia telah memakai kecerdasannya yang luar biasa untuk mempelajari hukum Allah. Namun dengan semua study dan kecerdasannya, Saulus tidak menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa. Ia mengira bahwa ia dapat menaati hukum Allah dengan kekuatannya sendiri. Setelah ia melihat kebutuhannya akan juruselamat dan beriman kepada Kristus, Ia berkata bahwa perntah kesepuluh inilah yang menunjukkan kepadanya bahwa dia orang berdosa. Mengingini berarti menghendaki untuk memiliki sesuatu yang tidak kita miliki dengan cara yang salah. Kita mengingini di dalam hati, dimana tidak seorang pun dapat melihatnya. Perintah ini menunjukkan kepada kita bahwa dosa tidak hanya berkenaan dengan apa yang kita lakukan di luar. Pikiran-pikiran dan perasaan yang salah di dalam hati kita juga merupakan dosa.

Share! jika renungan ini memberkatimu.