Instagram

Dia Pun Mengalami Ketidakadilan

Berhentilah berusaha untuk didengar. Berhentilah mengharapkan alasan. Ucapkan kebenaran, dengan kasih tanpa harus meminta maaf kepada siapapun yang mau mendengar. Berharaplah untuk menderita dalam melakukannya. Kemudian dengan tenang serahkan diri Anda kepada kehendak Allah yang mulia.- Charles R. Swindoll

2 Petrus 2:20 “Sebab dapatkan disebutkan pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah”.

Rasul Petrus berdiri di kejauhan memperhatikan Gurunya bertahan terhadap ketidakadilan terbesar yang pernah dialami. Tak ada satu orang pun di dunia ini yang lebih baik tidak berdosa daripada Yesus. Ada sedikit orang yang lebih munafik daripada Hanas dan Kayafas. Barangkali karena merenungkan kembali bagaimana Yesus bertindak sendiri selama waktu yang tidak menyenangkan itu, selanjutnya Petrus menulis suratnya kepada orang-orang Kristen yang dianiyaya, yang terdapat dalam 2 Petrus 2:20.

Pesan yang dapat kita ambil yaitu berhentilah berusaha untuk didengar. Berhentilah mengharapkan alasan. Ucapkan kebenaran, dengan kasih tanpa harus meminta maaf kepada siapapun yang mau mendengar. Berharaplah untuk menderita dalam melakukannya. Kemudian dengan tenang serahkan diri Anda kepada kehendak Allah yang mulia.

Yesus menerima bahwa Ia tidak akan mendapatkan keadilan dari manusia. Ia tahu bahwa dunia nanti, sebagaiman adanya sekarang,  didominasi oleh dosa dan diperintah oleh orang-orang yang jatuh dalam dosa. Oleh karena itu, Ia tidak memandang kepada pengadilan agar mendapatkan keadilan atau kepada persetujuan orang-orang agar mendapatkan peneguhan. Sebaliknya, Ia menundukkan diriNya sendiri kepada kehendak Bapa.

Ia mengatakan kebenaran dan menolak untuk membiarkan kemarahan maupun kepahitan mengganggu siapa pun untuk memandang kepada kebenaran itu, seandainya ada orang yang sungguh-sungguh untuk memandangnya. Melalui kesulitan itu, Ia mempercayakan diri-Nya sendiri kepada   Bapa, yang pada akhirnya tak dapat dihindari akan menghakimi setiap jiwa dengan benar. Sungguh suatu teladan yang luar biasa untuk diikuti.

God Bless All!

Share! jika renungan ini memberkatimu.