Instagram

Dikagumi Tuhan

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. (Lukas 16:15)

Ada banyak orang Kristen bahkan pemimpin atau para pendeta sekalipun yang lebih memfokuskan perhatiannya agar disukai, disenangi dan dikagumi oleh manusia bukan disukai, disenangi dan dikagumi Tuhan. Dalam 1 Samuel 2:26 mengatakan “Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.”

Jangan sampai kita melakukan pelayanan dan perbuatan baik kepada orang dengan maksud untuk disukai dan dikagumi orang, dan ternyata dibenci oleh Tuhan, ini sangat berbahaya dan sia-sia pelayanan yang sudah dikerjakan. Kita harus fokus kepada Tuhan dan bukan kepada manusia. Apabila kita disukai dan dikagumi Tuhan otomatis kita akan disenangi manusia, tetapi sebaliknya meskipun kita disenangi manusia, belum tentu kita disenangi Tuhan.

Samuel adalah seorang hamba Tuhan yang disukai dan dikagumi Tuhan dan manusia. Apa yang membuat Samuel disukai Tuhan? Dalam terjemahan Inggrisnya mengatakan, 1 Samuel 2:26: “Grow in stature” yang artinya : Samuel semakin meningkat dalam kerohaniannya. Posisi rohaninya terus meningkat. Seorang yang disukai Tuhan merupakan orang yang segi kerohaniannya bertumbuh dan semakin kuat serta berdampak bagi orang lain, sehingga lewat kerohaniannya ia dapat mempengaruhi orang lain.

Dengan demikian ukuran disukai dan dikagumi Tuhan bukan dari hebatnya pelayanan, bukan banyaknya jemaat dalam gereja, bukan besarnya gedung gereja dan bukan banyaknya cabang pelayanan. Dan bukan juga suksesnya suatu pelayanan, tetapi ukurannya terletak pada kedewasaan dan kematangan kerohanian. Karena kerohanian yang berdampak, kerohanian yang bisa mengubahkan kehidupan orang lain, kerohanian yang di dalamnya membawa kuasa Tuhan, sehingga kita mewakili Tuhan di mana pun kita berada. Amin.

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.