Instagram

Harapan Untuk Masa Depan

“Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Lukas 1:38)

Maria, ibu Yesus, adalah salah satu wanita yang paling dihormati dalam sejarah. Jadi tidak mengherankan jika bunga lili putih, atau “bunga lili Madonna,” seperti yang kadang-kadang disebut, sering melambangkan kesucian, kerendahan hati, dan pengabdiannya. Di sepanjang zaman, Maria tetap menjadi saksi yang kuat bagi iman yang teguh.

Untuk menghargai kekokohan iman Maria, kita hanya perlu menempatkan diri kita di tempatnya dan membayangkan seorang malaikat tiba-tiba muncul di hadapan kita. Banyak dari kita mungkin akan pingsan karena teror. Namun, meskipun bingung, Maria tetap tenang ketika dia mendengarkan dan menanggapi malaikat Gabriel. Pesan yang disampaikan malaikat berpangkat tinggi ini bahkan lebih mengejutkan. “Dengan kuasa Roh Kudus kamu akan mengandung Anak Allah,” Gabriel memberi tahu Maria, “dan kamu harus memanggilnya Yesus, karena dia akan menyelamatkan umat Allah dari dosa-dosa mereka” (lihat Matius 1:21). Dan Maria menjawab dengan tenang, “Saya adalah hamba Tuhan. Semoga kata-katamu kepadaku terpenuhi. ”

Untuk teladannya tentang iman yang tak tergoyahkan dalam menghadapi ketidakpastian besar, Maria layak mendapatkan respek yang dalam dari kita. Tentu saja dia tidak ilahi sendiri, tetapi dia memberikan contoh yang diilhami secara ilahi tentang bagaimana kita juga dapat menanggapi ketika kita dihadapkan dengan panggilan yang meresahkan untuk mengikuti Yesus.

Semoga kita masing-masing dapat mengatakan, “Aku adalah hamba Tuhan,” dan kemudian mengikuti Yesus dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita.

Share! jika renungan ini memberkatimu.