Instagram

Iman Atau Pengalaman?

“…Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)

Kita harus memerangi suasan hati, perasaan, dan emosi kita untuk tidak masuk dalam penyerahan sempurna kepada Tuhan Yesus. Kita harus keluar dari pengalaman dunia kita yang sempit untuk masuk dalam penyerahan kepada-Nya.  Pikirkan siapa yang Perjanjian Baru masksudkan mengenai Yesus Kristus itu,  dan kemudian pikirkan kecil dan hinanya iman menyedihkan yang kita tunjukkan dengan mengatakan, “Aku belum memiliki pengalaman ini atau pengalaman itu!”  Pikirkan hal yang dapat diminta dan sediakan oleh iman di dalam Yesus Kristus – Dia dapat memperkenalkan kita tanpa cela di hadapan tahta Allah, suci, benar-benar layak dan dibenarkan. Berdirilah atas iman yang sempurna ” dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita” (1 Kor. 1:30). Betapa beraninya kita berbicara mengenai berkorban bagi Anak Allah! Kita telah diselamatkan dari neraka dan kehancuran total dan kemudian kita masih berbicara tentang berkorban!

Kita harus terus-menerus memusatkan dan menempatkan iman kita dalam Yesus Kristus – bukan pada “persekutuan doa” Yesus Kristus, atau pada “buku” Yesus Kristus, tetapi pada Perjanjian Baru Yesus Kristus, yang merupakan inkarnasi Allah, dan yang seharusnya menghukum kita mati di kaki-Nya. Iman kita haruslah tertuju kepada Dia yang menyelamatkan kita. Yesus Kristus menginginkan penyerahan total, tanpa hambatan untuk diri-Nya Sendiri. Kita tidak pernah bisa mengalami Yesus Kristus, atau secara egois mengikat Dia dalam hati kita sendiri. Iman kita harus dibangun atas kepastian keyakinan yang kuat di dalam Dia.

Hanya kepercayaan kita pada pengalamanlah maka kita melihat ketidaksabaran Roh Kudus terhadap ketidakpercayaan. Semua ketakutan kita adalah dosa, dan kita menciptakan ketakutan kita sendiri dengan menolak memupuk diri kita sendiri dalam iman. Bagaimana mungkin seseorang yang dipersatukan dengan Yesus Kristus menderita karena keraguan atau ketakutan! Kehidupan kita harus menjadi pujian yang sempurna sebagai hasil dari iman yang berkemenangan, sempurna, dan tidak terkalahkan. Amin.

 

*image by : http://www.kristusyesus.com/2013/04/apakah-iman-itu.html

Share! jika renungan ini memberkatimu.