Instagram

Jadilah Saksi

“Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.” (Yohanes 1: 7)

Yohanes Pembaptis tidak biasa. Mengenakan mantel kulit unta, memakan belalang, dan tinggal di gurun, dia pasti sangat menakjubkan. Tapi panggilan Yohanes lebih dari pakaiannya yang membuatnya unik. Yohanes tahu persis siapa yang mengirimnya dan mengapa. Dia diutus dari Tuhan untuk menjadi saksi tentang Yesus, terang – dan begitu juga kita.

Seorang saksi hanyalah orang yang melaporkan apa yang dilihat dan didengarnya. Dia berbagi pengetahuan pribadi dan informasi langsung. Kesaksian seorang saksi mata bisa berbobot dan meyakinkan. Banyak anggota juri yang terpengaruh oleh kesaksian seorang saksi yang dapat dipercaya.

Sebagai saksi Kristus, kita membagikan pengalaman pribadi kita tentang Kristus. Kita menunjukkan dan memberi tahu dunia tentang Juruselamat kita dan apa yang telah dia lakukan untuk kita. Kesaksian semacam ini bisa jadi berbobot dan meyakinkan bagi orang lain.

Saat kita bergaul dengan orang yang tidak percaya, penting untuk mengingat siapa kita. Kita bukan jaksa penuntut yang berusaha membangun kasus yang kuat terhadap orang lain. Kita juga bukan hakim atau juri yang berusaha mengutuk atau membebaskan mereka. Kita bukan petugas penangkap atau juru sita. Kita adalah saksi – dipanggil untuk bersaksi tentang Yesus, untuk berbagi pengalaman pribadi kita dengan siapa pun yang mau mendengarkan.

Bacalah kembali kata-kata Yohanes 1: 6-8, ganti semua referensi ke Yohanes dengan nama depan Anda. Apakah ini membantu Anda melihat lebih jelas siapa Anda dan mengapa?

Share! jika renungan ini memberkatimu.