Instagram

Jangan Menyakiti Hati Tuhan

Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. (Yohanes 14:9)

Tuhan pasti merasa heran melihat betapa tidak sederhananya kita ini. Pendapat kita sendiri membuat kita bodoh dan lambat untuk mengerti. Jika kita sederhana, maka kita tidak akan menjadi bodoh, tetapi akan mempunyai hikmat sepanjang waktu. Filipus mengharapkan pernyataan masa depan yang penuh rahasia, namun bukan dalam diri Yesus yaitu Pribadi yang disangkanya yang telah dikenalnya. Rahasia Allah bukanlah terdapat dalam hal yang akan terjadi, melainkan sekarang, walaupun kita menantikannya untuk disingkapkan di masa depan dalam suatu peristiwa besar dan penting. Kita dapat menyakiti hati-Nya melalui permintaan kita – “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami…” (Yohanes 14:8). Tanggapan-Nya segera diutarakan kepada kita ketika Dia berkata, “Tidak dapatkah kamu melihat Dia? Dia selalu ada tepat di sini atau Dia tidak dapat ditemukan di mana-mana.” Kita berharap Allah menunjukkan diri-Nya kepada anak-anak-Nya, tetapi Allah hanya menunjukkan diri-Nya dalam anak-anak-Nya. Dan selagi orang lain melihat buktinya, anak Tuhan tidak melihatnya. Kita ingin menyadari hal yang sedang dikerjakan Allah di dalam kita, namun kita tidak dapat sepenuhnya menyadari hal tersebut berharap untuk tetap bernalar atau bersikap seimbang dalam harapan-harapan kita tentang Dia. Jika yang kita minta dari Allah adalah pengalaman-pengalaman, dan kesadaran akan pengalaman tersebut merintangi jalan kita, maka kita menyakiti hati Tuhan.

“Janganlah gelisah hatimu…” (Yoh. 14:1,27). Apakah saya menyakiti hati Yesus dengan membiarkan hati saya gelisah? Jika saya mempercayai Yesus dan sifat-Nya, apakah saya hidup sesuai dengan kepercayaan saya? Apakah saya membiarkan sesuatu menggelisakan hati saya, atau membiarkan pertanyaan yang tidak sehat merasuk pikiran saya? Kita harus mencapai hubungan yang nyata dan pasti sehingga dapat menerima segala sesuatu yang datang dari Dia. Allah tidak pernah menuntun kita pada suatu waktu di masa depan, tetapi disaat ini juga. Sadarilah bahwa Tuhan ada di sini sekarang, dan kita segera menerima kebebasan. Amin.

 

*image bay : https://s2.bukalapak.com/img/2754771941/w-1000/Gospel_Magic___Sulap_Rohani___Alat_Sulap___Alat_Peraga_Sekol.png

Share! jika renungan ini memberkatimu.