Instagram

Jika Engkau Mengerti

kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. (Lukas 19:42)

Yesus memasuki Yerusalem dengan penuh kemenangan dan kota itu menjadi sangat gempar;namun ada satu ilah asing di sana yaitu kesombongan orang Farisi. Ilah itu tampaknya beragama dan jujur, tetapi Yesus membandingkannya dengan “kuburan yang di cat putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan berbagai jenis kotoran” (Matius 23:27).

Apakah yang membutakan Anda terhadap sejahtera Allah “pada hari ini”? Apakah Anda mempunyai ilah asing – mungkin merupakan sifat najis yang mengendalikan hidup Anda? Lebih dari sekali Allah telah memperhadapkan kita harus ilah asing dalam hidup kita, dan kita tahu bahwa kita harus melepaskannya, tetapi kita tidak melakukannya. Kita mujur dapat lolos dari krisis sehingga kita masih memiliki kesempatan untuk melihat bahwa diri kita masih ada dibawah kendali ilah asing itu. Sungguh mengejutkan bahwa sebenarnya kita dapat berada di bawah pengaruh Roh Allah sepenuhnya, namun kita malah memperburuk keadaan saja, semakin bersalah dalam pandangan Allah.

“Jika … engkau mengerti…” Kata-kata Allah ini langsung menusuk hati, diiringi air mata Yesus di balik ucapannya. Kata-kata ini menyiratkan tanggung jawab atas kesalahan kita. Allah menuding kita bertanggung jawab atas hal yang enggan kita lihat atau tidak sanggup kita lihat karena dosa kita. Dan “sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu” karena Anda tidak sepenuhnya menyerahkan sifat Anda kepada-Nya. Alangkah dalamnya kesedihan yang diakibatkan oleh kemungkinan yang tidak terujud! Allah tidak pernah lagi membuka pintu-pintu yang telah tertutup. Dia membuka pintu-pintu lain, tetapi Dia mengingatkan kita bahwa ada pintu-pintu yang telah kita tutup – padahal sebenarnya tidak perlu ditutup. Jangan takut bila Allah menimbulkan kenangan masa lalu Anda. Ingatan adalah pelayanan yang mendatangkan teguran dan dukacita kepada kita. Allah akan mengubah kemungkinan yang tidak terwujud menjadi pelajaran berharga bagi petumbuhan di masa depan. Amin.

Share! jika renungan ini memberkatimu.