Instagram

Kebobrokanku

Apa pun yang terjadi, aku butuh Tuhan!

Kehidupan yang kita jalani merupakan anugerah Tuhan. KemurahanNya memberikan yang terbaik bagi kita. Kemurahan Tuhan tidak hanya berkat-berkat secara jasmani, melainkan berkat-berkat ronahi pun Tuhan limpahkan bagi setiap kita. Kemuarahan Tuhan terkadang membuat kita terpesona dengan caraNya yang unik dan terkagum akan keperkasaanNya. Demikian juga dengan tangtangan dan poses yang kita lalui, terkadang kita tidak mampu menyelami cara dan pikiran Tuhan untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Kita merasa frustasi serta kuatir akan apa yang terjadi. Terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan harapkan kita, maka timbulah hati yang kecewa dan mulai meragukan Tuhan, kita sama saja dengan  pemimpin Yahudi.

Bangsa Yahudi/pemimpin agama berusaha mendiskreditkan Yesus dan menyusun strategi untuk menghimpit Yesus sebagai seorang yang gila, yang menghujat Allah dan mengeksekusinya di depan umum dengan cara yang paling memalukan. Mendiskreditkan artinya berusaha untuk menjelekkan dan memperlemah kewibawaan seseorang atau suatu pihak. Dengan demikian bahwa Yudas bekerja sama dengan pemimpin agama Yahudi dengan bayaran 30 keping perak (setara dengan upah 4 bulan untuk pekerjaa kurang trampil atau tebusan seorang budak biasa).

Demikian halnya dengan kita, disaat kita tidak tahu harus berbuat apa dengan masalah yang ada, kita cendrung mendiskreditkan Allah, yaitu memperlemah kuasa Allah dengan pikiran, perbuatan, dan perkataan kita dihadapan Allah. Inilah yang dinamakan dengan kebobrokan rohani, kita sebagai manusia tidak mampu menyelami pikiran Allah secara murni. Kita sebagai manusia tidak ada apa-apanya dihadapan Tuhan, jikalau untuk memuji Tuhan, batu pun bisa Tuhan perintahkan untuk memuji Dia.

Sebagai manusia yang  menghormati Allah, belajarlah hidup untuk berserah penuh didalam Dia. Apapun yang kita almai, yang pasti kita mengakui bahwa kita BUTUH TUHAN!.

Tuhan Yesus Memberkati!

Share! jika renungan ini memberkatimu.