Instagram

Kebutuhan dan Kesetiaan

Banyak orang yang depresi telah dilukai dan ditolak oleh orang lain. Mereka merasa seolah-olah kebutuhan dasar relasi mereka belum terpenuhi, dan mereka akan tetap berada dalam depresi hingga kebutuhnanya terpenuhi. Penolakan dari orangtua, pasangan, atau teman telah meninggalkan kekosongan yang mendalam, yang rasanya seperti cacat emosional. Apa hubungannya dengan hati?

Kita melihat kehidupan Yesus. Dia adalah Allah, tetapi juga adalah manusia sejati. Apa yang kita lihat dengan jelas dari kehidupanNya adalah, Dia tidak mendapatkan kasih dari manusia, Dia tidak pernah berdoa supaya Dia dapat mengetahui bagaimana dikasihi oleh orang lain, dan Dia secara emosi tidak terlihat terguncang oleh penolakan dan kesalahpahaman. Sebaliknya, kebutuhna terdalamNya seperti yang tercatat dalam Doa-Nya, ialah supaya kemuliaan Bapa-Nya dapat dinyatakan dan supaya anak-anakNya rohaniNya dapat dilindungi dari yang jahat dan bersatu dalam kasih(Yoh 17).

Keinginan untuk dikasihi adalah wajar. Jika Anda tidak dapat memiliki keinginan tersebut, ada sesuatu yang salah. Tetapi ada sesuatu yang lebih dalam. Keinginan yang tidak dipenuhi ini tidak cukup berada di pusat keberadaan kita. Kita dapat melangkah lebih jauh lagi dan bertanya, mengapa saya merasakan kebutuhan akan kasih? Apa yang sebenarnya yang dikatakannya?

Ada waktu-waktu di mana kita meletakkan iman kita pada seseorang (yang adalah ciptaan) dan apa yang kita dapat dari orang tersebut daripada meletakkan iman kita kepada Kristus dan mengasihi orang lain. Sekali lagi, semua kembali lagi kepada kesetiaan rohani. Sama seperti para penyembah berhala zaman dulu, kita berkata bahwa Allah tidak cukup.

Perasan kosong biasanya merupakan sebuah tanda bahwa kita telah meletakkan iman kita kepada sesuatu yang tidak dapat menolong kita. Perasaan tersebut mengingatkan kita bahwa kita diciptakan untuk percaya kepada Bapa disorga kita dan bukan yang lain. Kita diciptakan untuk menikmati banyak hal yang Allah berikan tanpa membuat seluruh pemberian tersebut menjadi pusat hidup kita.

Terusalah mencari-cari. Hidup pada intinya adalah mengenal Allah. Ketika Anda datang kepada Allah, jangan berhenti hingga Dia mengejutkan Anda dengan keindahan dan kasihNya, yang seharusnya tidak mengambil waktu yang lama, lagi pula jika Anda, menemukan kesetiaan yang tercampur, kesetiaaan ganda, ketidaksetiaan rohani, atau hati yang tidak memiliki tujuan yang tepat dalam hidup Anda, Anda sebenarnya bersalah atau perzinahan rohani, dan berlawanan dengan perkiraan Anda, Allah menyukai kepulangan Anda (Luk 15:11-24). Jadi, jangan berpikir bahwa ini berarti bahwa dosa anda yang menyebabkan depresi Anda. Memang benar bahwa Anda akan menemukan dosa-yang merupakan bagian hakiki dari perjalanan kita bersama Yesus. Di dalam penderitaan, kitab suci mendorong kita untuk menggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita (Ibr 12:1).

Share! jika renungan ini memberkatimu.