Instagram

Kuasa Tuhan Bekerja dalam Kelemahan Kita

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12:9

Ayat ini adalah pengingat yang kuat mengenai pertolongan Tuhan bagi kita, ketika kita mencapai batas akhir dari kekuatan kita.

Ketika Paulus menulis ayat tersebut, dia sedang dilecehkan kemanapun dia pergi oleh roh jahat yang dia disebut sebagai “duri dalam daging”.

Ini adalah utusan dari Iblis yang datang untuk mengganggu dia, untuk terus menekan Paulus. Gangguan konstan itu akhirnya membuat Paulus hampir menyerah, dan dia memohon pada Tuhan tiga kali untuk mengangkat pencobaan tersebut. Paulus jelas berada di ambang batas kekuatannya.

Tapi, meskipun Paulus berdoa untuk intervensi Tuhan sampai tiga kali, roh itu tidak diangkat. Dan tanggapan Tuhan untuk permintaan Paulus adalah ayat yang kita baca di atas. Kekuatan-Nya menjadi sempurna dalam kelemahan Paulus.

Maka Apa artinya sempurna?

Ini berarti bahwa kekuatan-Nya sampai kepada kedewasaan penuh… kekuatan Tuhan dimanifestasikan… sepenuhnya dinyatakan dalam kelemahan kita.

Bagaimana tanggapan Paulus?

Dia melanjutkan dengan mengatakan dalam 2 Korintus 12:10, Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Baca Juga Renungan Lainnya: Bijaksana

Tampaknya, terkadang kita harus sampai pada akhir dari diri kita sendiri sebelum kita dapat melihat sepenuhnya kepada Tuhan. Sehingga ketika kita melakukannya, kita menemukan bahwa Dia lebih dari cukup untuk kita.

Kekuatan Tuhan menjadi nyata dan sempurna justru di saat kita berada di batas akhir kekuatan kita sendiri.

Share! jika renungan ini memberkatimu.