Instagram

Kurangi Stres Dalam Pelayanan

‘…Diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik…’  Efesus 2:10

Kita diselamatkan untuk melayani, bukan hanya untuk duduk-duduk saja.  Akan tetapi saat kita sedang melayani pun beban yang berlebihan dapat saja terjadi.  Kita suka melayani Tuhan, tetapi seringkali sikap-sikap kita membuat kita stres.  Campuran yang berbahaya antara ketidaksanggupan dan perfeksionis dalam melayani dapat mengarah kepada burnout.  Kondisi ini memaksa kita untuk berlaku obsesif dan kompulsif, mengurangi sukacita dan meningkatkan ketegangan kita.  Kita merasa terperangkap.  Kita tidak tahu apakah kita harus berhenti dan merasa bersalah, atau tetap terus melayani dan merasa kelelahan.  Karena itu kita menjadi orang yang bertanggung jawab secara berlebihan dengan menanggung beban pelayanan kita dan juga orang lain, atau kita menjadi orang yang mudah menyerah, menyerahkan semuanya kepada orang lain.

Apakah solusinya?

Pertama, kita perlu berhenti melayani untuk menyenangkan orang lain.  Tujuan ini salah dan tidak akan berhasil.  Saat tujuan ini tidak berhasil, kita akan bekerja lebih keras lagi untuk mendapat penghargaan dari orang lain dan akan berakhir pada kekecewaan.  Paulus menulis, ‘…Adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus’ (Galatia 1:10).  Kata ‘selamat’ yang kita cari harus berasal dari Allah, bukan dari orang lain.

Kedua, kita harus berhenti melayani dengan kekuatan kita sendiri.  Yesus berkata, ‘…”Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak”’ (Yohanes 5:19).  Seperti tangan dalam sarung tangan, keduanya bergerak bersama-sama.  Itulah kerjasama dan saling bergantung.  ‘…Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku’ (Yohanes 15:4).  Itulah cara Paulus melayani.  ‘…dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.’ (Kolose 1:29).  Ia bekerja keras, tetapi tenaganya berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri.  Karena itu kita harus mengingat sumber keefektifan kita, dan kita akan mengurangi stres dalam melayani.

 

*image by : https://www.lds.org/manual/resource-booklet-adjusting-to-missionary-life/resources-for-managing-physical-demands?lang=ind

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.