Instagram

Lakukan Apa yang Menyenangkan Tuhan

 ‘Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.’ (Mazmur 4: 6)

Hari demi hari istri Potifar mencoba merayu Yusuf, tetapi dia mengatakan tidak. Dia tidak memberinya waktu, tidak ada perhatian, tidak ada obrolan, dan tidak ada alasan untuk berharap. ‘Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.’ (Kejadian 39:10). Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. (ayat 12). Dalam budaya yang menggunakan frasa seperti ‘menyetujui orang dewasa’ dan ‘hak seksual’, kita lupa bagaimana amoralitas menghancurkan kehidupan orang-orang yang tidak berada di kamar tidur. Max Lucado menulis: ‘Bertahun-tahun yang lalu seorang teman memberi saya nasihat ini:” Buatlah daftar semua kehidupan yang akan Anda pengaruhi oleh percabulan Anda. ” Aku melakukannya. Sering kali saya membacanya lagi. “Istri saya Denalyn. Tiga anak perempuan saya. Menantu saya. Cucu perempuan saya yang belum lahir. Setiap orang yang pernah membaca salah satu buku saya atau mendengar salah satu khotbah saya. Tim penerbitan saya Staf gereja kami. ” Daftar ini mengingatkan saya: Satu tindakan kedagingan adalah pertukaran yang buruk untuk warisan yang hilang seumur hidup. ‘Alasan utama Yusuf untuk mengatakan tidak kepada istri Potifar adalah – Tuhan. ‘Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah? ‘(Ayat 9). Pelajaran yang kita pelajari dari Yusuf ternyata sangat sederhana: lakukanlah apa yang menyenangkan hati Allah. Ketika seorang teman menawarkan Anda satu ganja: lakukan apa yang menyenangkan hati Tuhan. Ketika teman-teman sekelas Anda menunjukkan cara untuk menipu: lakukan apa yang menyenangkan Tuhan. Ketika godaan untuk menonton pornografi hebat: lakukan apa yang menyenangkan Tuhan. “Bagaimana saya bisa menyenangkan Tuhan?” Anda bertanya. ‘Lakukan apa yang benar sebagai pengorbanan bagi Tuhan dan percayalah kepada Tuhan. ‘

 

*image by : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSUyEf3c30jmo0q7ZOrltGrPpse8Vy0mDKlRkJ_PBOndNdCIQ5Q&usqp=CAU

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.