Instagram

Manfaatkan Anugerah Allah Sekarang

“…jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.”  (2 Korintus 6:1)
Anugerah yang Anda miliki kemarin tidak cukup untuk hari ini. Anugerah adalah pertolongan Allah yang berlimpah, dan Anda selalu dapat mengandalkannya tersedia untuk dimanfaatkan seperlunya. “Dalam menahan dengan penuh dengan kesabaran dalam penderitaan, kesengsaraan dan kesukaran” – di situlah kesabaran kita diuji (2 kor. 6:4).
Gagalkah Anda mengandalkan anugerah dalam hal itu? Apakah Anda berkata  kepada diri sendiri, “Ah, aku takkan berhasil kali ini?” Ini bukan soal berdoa dan meminta Allah menolong Anda – soalnya ialah memanfaatkan anugerah Allah sekarang. Kita cenderung untuk menjadikan doa sebagai persiapan bagi pelayanan kita, namun Alkitab tidak pernah menyatakan demikian. Doa adalah tindakan memanfaatkan anugerah Allah. Jangan berkata, “Aku akan menahan ini sampai aku dapat pergi dan berdoa. “Berdoalah sekarang – manfaatkanlah anugerah Allah pada saat Anda membutuhkan. Doa adalah hal yang paling normal dan berguna; doa bukan semata-mata suatu tindakan refleks dari pengabdian Anda kepada Allah.
“… dalam menanggung pukulan, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah…” (2 Kor. 6:5) – di dalam semua hal ini, perlihatkanlah dalam hidup Anda pemanfaatan anugerah Allah, yang akan menunjukkan bukti kepada Anda sendiri dan kepada orang lain bahwa Anda adalah mijizat-Nya. Manfaatkanlah anugerah-Nya sekarang, jangan nanti, atau besok tapi sekarang juga!. Kata utama dalam kosa kata rohani ialah sekaran. Biarkanlah situasi mengantar Anda ke mana saja, tetapi teruslah memanfaatkan anugerah Allah dalam keadaan apa pun yang Anda alami. Salah satu bukti terbesar bahwa Anda sedang memanfaatkan anugerah Allah ialah bahwa Anda dapat dipermalukan di hadapan orang lain tanpa menunjukkan kesan apa pun kecuali anugerah-Nya.
“…sebagai orang yang tak bermilik…” Jangan sekali-kali menahan apa pun sebagai cadangan. Curahkanlah diri Anda, berikanlah milik Anda yang terbaik, dan senantiasa menjadi miskin. Jangan sekali-kali berdiplomasi dan berhati-hati dengan harta yang diberikan Allah kepada Anda. “…sekalipun kami memiliki segala sesuatu” – inilah kemiskinan dengan penuh kemenangan (2Kor. 6:10). Amin.
*iamge by : https://cahayapengharapan.org/id/wp-content/uploads/2017/10/growth.jpg

Share! jika renungan ini memberkatimu.