Instagram

Mau Mengoreksi Diri

Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu. (Yosua 24:19)

Apakah Anda mempunyai ketergantungan pada sesuatu atau seseorang selain Allah? Adakah sisa ketergantungan pada keadaan lahiriah dalam diri Anda, atau pada serangkaian situasi khusus? Apakah Anda mengandalkan diri Anda sendiri dalam cara apa pun yang berkaitan dengan tawaran atau rencana baru yang telah diletakkan Allah di hadapan Anda? Maukah Anda mengoreksi diri dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyelidik ini? Memang benar untuk mengatakan, “Aku tidak dapat menghayati hidup suci,” tetapi Anda dapat memutuskan untuk mempersilakan¬† Yesus menjadikan Anda suci.” Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada Tuhan…” – tetapi Anda dapat menempatkan diri pada posisi yang tepat agar kuasa Allah Yang Mahakuasa mengalir melalui Anda. Cukup akrabkah hubungan Anda dengan Allah sehingga Anda dapat mengharapkan Dia menunjukkan kehidupan-Nya yang ajaib di dalam Anda?

“Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: ‘Tidak, hanya kepada Tuhan saja kami akan beribadah”‘ (Yosua 24:21). Ini bukanlah tindakan yang mengikuti dorongan hati, malainkan suatu janji yang tegas. Kita cendrung untuk berkata, “Tetapi Allah tidak pernah dapat memanggil aku untuk hal ini. Aku sangat tidak layak. Ini tidak mungkin ditujukan kepada diriku.” Ini memang ditujukan kepada Anda, dan semakin lemah keadaan Anda, semakin baik. Orang yang masih bergantung dan mempercayai apa pun dalam dirinya tidak akan berkata, “Aku mau melayani Tuhan.”

Kita berkata, “Ah, kalau saja aku benar-benar dapat percaya!” Pertanyaannya ialah “Maukah aku percaya?” Tidaklah mengherankan bila YesusKristus menekankan dosa ketidakpercayaan. “Karena mereka tidak percaya, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ!” (Matius 13:58). Jika kita sungguh-sungguh mempercayai Firman Tuhan yang diucapkan-Nya, bayangkan saja apakah kelak jadinya dengan kita! Sungguhkah kita berani mempersilahkan Allah menjadi bagian diri kita seperti yang dikatakan-Nya?”

 

*image by : http://auliasukendar.blogspot.com/2012/08/buta-terhadap-aib-sendiri.html

Share! jika renungan ini memberkatimu.