Instagram

Memelihara Hati Nurani Yang Murni

Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. (Kisah Para-Rasul 24:16)

Perintah Allah kepada kita sesungguhnya ditujukan kepada kehidupan Putra-Nya di dalam kita. Akibatnya, terhadap fisik manusiawi kita yang di dalamnya Putra Allah telah dibentuk (Gal.4:19), perintah-Nya itu terasa sulit. Namun perintah itu menjadi mudah jika kita segera mematuhinya.

Hati nurani adalah kesanggupan dalam diri kita yang mengaitkan dirinya dengan tolok ukur tertinggi yang kita ketahui, dan kemudian terus-menerus mengingatkan kita tentang tuntutan tolok ukur tersebut untuk perbuatan kita. Hati nurani adalah mata jiwa yang memandang keluar, baik ke arah Allah atau ke arah tolok ukur tertinggi, dan oleh sebab itu suara hati nurani pada masing-masing orang selalu berbeda. Jika kita terbiasa dengan berpegang teguh pada tolok ukur Allah, maka hati nurani kita akan selalu mengarahkan kita pada hukum Allah yang sempurna dan memberi tuntunan pada apa yang kita lakukan. Masalahnya ialah apakah kita mau mematuhinya? Kita harus berusaha memelihara hati nurani kita tetap peka agar kita dapat hidup tanpa melukai perasaan siapa pun. Kita harus hidup dalam keserasian yang sempurna dengan Putra Allah supaya roh kita dibaharui melalui setiap situasi kehidupan, dan supaya kita dengan cepat sanggup “membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna” (Roma :12:2 dan Efesus 4:23).

Allah selalu memberi petunjuk kepada kita dengan penuh perincian. Apakah telinga kita cukup peka untuk mendengar bisikan Roh Kudus yang paling lembut, supaya kita tahu tindakan yang harus kita lakukan? “Jangan kamu mendukakan Roh Kudus Allah…” (Ef. 4:30). Suara-Nya sedemikian lembut sehingga mudah bagi kita untuk mengabaikannya. Satu-satunya cara untuk memelihara hati nurani kita agar tetap peka ialah kebiasaan untuk membuka hati kepada Allah. Bila kita mulai berdebat, berhentilah seketika itu juga karena kita berpijak di jalur yang keliru. Tidak ada kemungkinan untuk perdebatan jika hati nurani kita berbicara. Apa pun yang mengaburkan komunitas kita dengan Allah buanglah, dan jagalah agar hati nurani tetap murni. Amin.

 

*image by : https://www.anugrah.net/wp-content/uploads/2013/06/Guarding-heart.jpg

Share! jika renungan ini memberkatimu.