Instagram

Menantikan Tuhan

Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” (Yohanes 13:37)

Adakalanya kita tidak mengerti mengapa kita tidak melakukan tindakan yang ingin kita lakukan. Jika Allah mendatangkan suatu masa penantian, dan tidak memberikan tanggapan, janganlah mengisinya dengan kesibukan, tetapi nantikanlah. Masa penantian mungkin datang untuk mengajarkan kita tentang makna pengudusan – dipisahkan dari dosa dan disucikan – atau itu mungkin datang sesudah proses pengudusan dimulai untuk mengajarkan kita makna pelayanan. Jangan bertindak sebelum Allah memberikan petunjuk-Nya. Jika kita bimbang  – nantikanlah.

Pada awal kita mungkin melihat kehendak Allah dengan jelas, seperti putusnya suatu persahabatan, renggangnya suatu hubungan bisnis, atau hal lain yang kita rasakan dengan jelas sebagai kehendak Allah yang harus kita lakukan. Namun jangan sekali-kali bertindak berdasarkan dorongan perasaan itu. Jika kita melakukannya, maka kita akan menimbulkan situasi sulit yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menanggulanginya. Tunggulah waktu Allah maka Dia akan melakukannya tanpa mengakibatkan sakit hati atau kecewa. Bila itu merupakan pertanyaan yang menyangkut kehendak Allah, tunggulah sampai Ia bertindak.

Petrus tidak menantikan Tuhan. Dia memperkirakan di mana ujian itu akan datang, dan ujian datang dari tempat yang sama sekali yang tidak diduganya. “Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” Pernyataan Petrus itu jujur tetapi bodoh. Yesus menjawab, “…sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali” (Yoh. 13:38). Ini diucapkan dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang diri Petrus ketimbang yang diketahui Petrus tentang dirinya sendiri. Dia tidak dapat mengikuti Yesus karena dia tidak cukup mengenal dirinya atau kemampuan pribadinya. Pengabdian biasa mungkin cukup menarik kita kepada Yesus, untuk membuat kita merasakan pesona-Nya yang sangat menarik. Akan tetapi, hal itu tidak akan pernah membuat kita menjadi murid-Nya. Pengabdian biasa hanya akan menyangkali Yesus, tetapi tidak mencapai makna sesungguhnya tentang mengikut Dia.

 

Image by : https://rodiagnusdei.files.wordpress.com/2015/01/praising-godyoung-man.png

Share! jika renungan ini memberkatimu.