Instagram

Menderita, tetapi Masih Berdiri

Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.  Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma :5:3-5)

Bagaimana seseorang mengatasi keputusasaan, penderitaan, dan kemalangan? Bagaimana kita akan mengatasi hidup ketika badai penderitaan menghantam kita begitu keras hingga kita merasa kewalahan? Tanpa memperdulikan hal yang sedang kita hadapi, beberapa dari kita mengalami atau akan mengalami apa pun yang hampir sama seperti kehilangan yang dialami oleh Ayub (Ayub 1:21).

Dalam pencobaan apa pun, penting untuk mengingat bahwa Allah itu Mahakuasa. Allah selalu berkuasa, meskipun Dia tidak terlibat dalam situasi tersebut, Dia mengijinkan terjadi. Iman kita harus menyatakan, bahwa ditengah rasa sakit kita, bahwa Allah akan mengerjakan segala sesuatu demi kebaikan kita, entah di dunia ini atau nanti (Roma 8:28). Penting untuk menyembah Allah dalam segala keadaan, sama seperti yang dilakukan Ayub karena kita selalu menerima kasih, kemurahan, dan keselamatan-Nya. Dia adalah sang penjunan dan kita adalah tanah liatnya (Yes. 64:8). Dia membentuk kita seturut kehendak-Nya. Kita tidak boleh memandang atau memanfaatkan Allah sebagai robot kosmik dengan setiap harapan kita sebagaimana yang Dia perintahkan.

Allah mengasihi kita dan ingin memenuhi hidup kita dengan keinginan hati kita, tetapi hal yang harus menjadi perhatian utama kita adalah membentuk hati kita untuk merespons lebih seperti Dia. Selama masa-masa sakit dan penderitaan, kita memiliki kesempatan terbaik untuk mendekat kepada Allah. Mengapa? Pada masa-masa itu, tidak ada hal lain yang akan cukup. Tidak ada hal lain yang akan mengisi kekosongan yang hanya dapat diisi oleh Allah. Terkadang kita hanya berbalik kepada Allah ketika Dialah satu-satunya pilihan yang kita miliki. Amin.

 

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.