Instagram

Mengasihi Satu Sama Lain

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Yohanes 13:34

Ketika Yesus mengucapkan kata-kata ini, itu adalah hari Kamis, sehari sebelum dia disalibkan. Yudas telah pergi ke kegelapan untuk mengkhianati Gurunya, dan Yesus sekarang berpaling kepada murid-muridNya yang lain, menyebut mereka anak-anakNya. ‘Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Yohanes 13:33).

Kemudian Yesus melanjutkan untuk memberi tahu para pengikutNya bagaimana mereka perlu berhubungan satu sama lain setelah Dia pergi. “Saling mengasihi,” Dia memerintahkan murid-muridNya. Dengan memberikan perintah di sini, Yesus tidak berfokus pada perasaan kasih, tetapi pada keputusan untuk mengasihi. Yesus tahu bahwa kita tidak akan selalu merasa ingin saling mengisihi, jadi Dia memerintahkaan. Kasih pertama adalah keputusan, bukan emosi.

Tetapi perintah untuk mengasihi tidak mudah untuk ditaati. Itulah mengapa kabar baik untuk mendengar bahwa ini adalah “perintah baru”. Yang baru adalah Yesus telah memberi kita model untuk kasih ini melalui pelayanan-Nya sendiri. Kita harus mengasihi, kata Yesus, “seperti Aku telah mengasihimu.” Dalam kasih kepada kita, Yesus rela mati untuk kita. Dalam komunitas denganNya, kita menemukan kekuatan untuk mengasihi dengan pengorbanan juga.

Yesus berkata bahwa ketika kita mengasihi sebagaimana Dia mengsihi, kita akan menjadi daya tarik yang kuat bagi orang-orang yang tidak mengenal Yesus. Dengan ini semua orang akan tahu bahwa kita adalah murid-muridnya, “jika [kita] saling mengasihi”. Mereka akan tahu bahwa kita benar-benar anak-anak Tuhan.

Share! jika renungan ini memberkatimu.