Instagram

Merdeka Lewat Memberi

“..sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

(Kis. 20:35)

Bukanlah kurangnya keuangan tetapi kurangnya para pemberi yang seringkali menghambat pekerjaan Tuhan. D.L Moody menghadiri pertemuan dimana sekumpulan orang Kristen yang kaya meminta Tuhan untuk menyelesaikan hutang gereja. Setelah salah satu orang percaya selesai berdoa, Moody mengejutkan jemaat dengan mengatakan, “Saya tidak berpikir, jika saya menjadi anda, saya tidak merepotkan Tuhan dalam hal ini,” Ia kemudian melanjutkan untuk menjelaskan bahwa Tuhan telah mempercayakan kepada mereka sumber daya / dana bagi gereja, sehingga gereja mampu / sanggup membiayai seluruh misi, jika anda sendiri dengan sukarela bersedia memberikan sebagian milik anda.

Ini mengingatkan saya pada bendahara gereja yang memberi pengumuman kepada gereja bahwa mereka membutuhkan $ 50.000 untuk memperbaiki atap gereja.”Saya mempunyai berita baik dan berita buruk, ia berkata kepada jemaat. ” Berita baiknya bahwa kita mempunyai uangnya! “Setiap orang bersorak.” Berita buruknya,” ia melanjutkan,” Uang itu ada dalam dompet anda.”

Tunjukkan kepada saya seorang yang tidak memberi dana karena anugerah dan akan saya tunjukkan seseorang yang frustasi karena tidak mampu memenuhi janjinya. Kita perlu berjalan dalam kehidupan dengan tangan terbuka, belajar memberi, sehingga kita siap menjadi tempat untuk menerima. Tangan terkepal membuatnya tidak mungkin untuk menerima apa yang Tuhan kasih bagi kita. Hanya jika kita membuka tangan kita maka kita akan berada di tempat untuk menerima. Jika kita mengulurkan satu jari, kita hanya dapat menerima apa yang satu jari itu bawa. Jika kita membuka tangan kita lebar-lebar, maka kita akan dapat mengambil semua yang Tuhan ingin berikan kepada kita – dan lakukan melaui kita. Ini adalah rencana utama Tuhan untuk memberkati dan membuat berhasil hidup kita. Inilah kebenaran yang disampaikan oleh Firman Tuhan “lebih diberkati memberi daripada menerima” (Kis. 20:35).

Kita perlu belajar bahwa jika kita semua mampu untuk memberi, sehingga kita mampu dan sanggup memberi, karena Tuhan bukan seperti penagih hutang. Ujian kejujuran rohani tidka menjadi ukuran dari Alkitab yang kita bawa, tetapi sobekan lembaran dalam buku cek kita yang menyatakan kita telah menghabiskan uang kita.

Tuhan tahu apa yang menjadi hasrat kita, jadi jangan pernah merasa terhukum untuk memberi. Berdoa kepada-Nya tentang apa yang kita rasakan dan apa yang ingin kita lakukan. 2 Korintus 9:10 mengatakan : Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu. 

Share! jika renungan ini memberkatimu.