Instagram

Paskah

“Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.” [Matius 28:6]

Pagi-pagi Paskah, sebelum matahari terbit, beberapa wanita yang sama yang berdiri sambil menangis di kayu salib berjalan melalui jalan-jalan sempit Yerusalem ke taman tempat Yesus dikuburkan. Mata mereka berlinang air mata. Seluruh dunia mereka tiba-tiba berhenti. Mimpi mereka telah hancur. Orang yang mereka harapkan sudah mati. Mereka telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Mereka telah menyaksikan penyaliban-Nya. Ejekan orang-orang yang menyuruh Yesus turun dari salib dan menyelamatkan diri-Nya masih terngiang-ngiang di telinga mereka. Teman-teman Yesus tidak mengerti seruan-Nya: “Sudah selesai!” Yang mereka tahu hanyalah bahwa Guru dan Guru mereka yang terkasih telah meninggal.

Para wanita sekarang akan membalsem tubuh Tuhan mereka. Mereka bertanya-tanya bagaimana mereka akan memindahkan batu besar di pintu masuk makam. Tetapi ketika mereka semakin dekat ke kuburan, satu keajaiban mengikuti keajaiban lainnya. Mereka menemukan batu itu terguling dan seorang malaikat duduk di atasnya. Mengapa batu itu terguling? Seperti yang dicatat oleh para ahli, itu bukan untuk membiarkan Yesus keluar, tetapi untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Dia tidak lagi di dalam.

Dia telah bangkit! Dan itu membuat semua perbedaan di dunia. Di dunia dengan begitu banyak kuburan, di mana kematian sepertinya selalu menjadi kata terakhir, Yesus telah mengalahkan kematian. Mengetahui hal itu mengubah segalanya.

Share! jika renungan ini memberkatimu.