Instagram

Pengertian Pengendalian Ilahi

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”(Matius 7:11)

Dalam nas ini Yesus menetapkan aturan mengenai perilaku bagi orang-orang yang memiliki Roh-Nya. Dia mendesak kita agar pikiran kita dipenuhi dengan pengertian tentang pengendalian Allah atas segala sesuatu, yang berarti bahwa seorang murid harus memelihara sikap percaya yang sempurna dan semangat untuk meminta dan mencari.

Penuhi pikiran Anda dengan gagasan bahwa Allah ada di sana. Dan jika pikiran Anda benar-benar dipenuhi dengan gagasan itu, maka pada saat mengalami kesulitan, dengan mudah Anda akan ingat, “Bapaku yang di surga mengetahui semua tentang hal ini!” Ini bukan merupakan beban sama sekali, melainkan akan menjadi hal yang wajar bagi Anda bila kesukaran dan ketidakpastian timbul. Sebelum Anda membentuk pengertian tentang pengendalian Ilahi sedemikian ampuhnya dalam pikiran Anda, Anda biasa pergi kepada orang lain untuk mencari bantuan, tetapi kini Anda pergi kepada Allah untuk memperolehnya. Yesus menetapkan aturan mengenai perilaku bagi orang-orang yang memiliki Roh-Nya, dan itu berpengaruh pada prinsip kita – Allah itu Bapa saya. Dia mengasihi saya dan saya tidak akan berpikir bahwa Dia akan lupa, jadi mengapa saya harus cemas?

Yesus berkata, ada waktunya Allah tidak mengangkat kegelapan dari Anda, tetapi Anda harus percaya kepada-Nya. Terkadang Allah akan tampak seperti seorang sahabat yang tidak ramah, seperti seorang yang ayah yang tidak wajar, atau seperti seorang hakim yang lalim, tetapi sebenarnya Dia tidak demikian. Pertahankanlah gagasan bahwa pikiran Allah ada di balik semua hal; biarlah gagasan itu bertumbuh dan tetap kuat di dalam diri Anda. Bahkan hal terkecil sekali pun dalam kehidupan tidak akan terjadi jika kehendak Allah tidak ada di baliknya. Oleh sebab itu, Anda dapat tetap santai dengan penuh keyakinan kepada-Nya. Doa bukanlah hanya meminta, melainkan sikap pikiran yang menghasilkan suasana yang membuat permintaan itu sangat wajar. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu…” Matius 7:7). Amin.

 

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.