Instagram

Penyembahan Pribadi

Alkitab mengajarkan baik penyembahan pribadi maupun penyembahan bersama-sama, yaitu ibdah yang kita lakukan secara pribadi dan ibadah yang kita lakukan bersma orang percaya lainnya. Misalnya, Daud berkata dalam Mazmur 69:31, “Aku akan memuji-muji nama Allah dan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur”. Di sini Daud mengacu pada peyembahannya secara pribadi.

Jika kita tidak menghabisakan waktu setiap hari menyembah Tuhan, kita tidak pantas berkontribusi dalam pengalaman ibadah bersama. Jika kita tidak menyembah Allah selama seminggu, bagaiman kita bisa berharap untuk benar-benar berpartisipasi di dalamnya pada hari minggu pagi? Kita memang dapat melakukan semuanya dan berpikir kita telah beribadah, tetapi bagaimana kita bisa menghormati dan memuji Allah pada hari minggu padahal sepanjang minggu itu kita menyediakan waktu untuk memuji dan mengucap syukur?

Berbeda dari orang yang menyembah sekali seminggu (istilah ini sendiri berkontradiksi), Daud menyembah Allah terus-menerus.”Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu,” katanya, “puji-pujian kepada-Nya tetap didalam mulutku “(Mazmur 34:2).

Sekali lagi dalam mazmur 145:1-2 katanya kepada Tuhan,

Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

Setia hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

Dia melanjutkan dengan berkata, “Besarlah Tuhan dan sangat terpuji dan kebesaran-Nya tidak terduga” (ayat 3). Dalam kata-kata ini kita merasakan kedalaman perasaannya, emosi yang tidak bisa “dipompa” dengan kunjungan sekali seminggu ke rumah Tuhan”.

Kita sebagai orang percaya Yesus, kita senantiasa memuji nama Tuhan dan mengagungkan Allah disetiap  nafas kehidupan kita. Hanya Allah sumber puji-pujian kita. Amin, Gbu

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.