Instagram

Pikiran Kita Dan Pikiran Allah

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)

Dosa telah merasuki pikiran dan tanpa perbaikan yang dilakukan oleh Kristus dan Roh Kudus, kita tidak akan dapat memikirkan hal-hal yang penting di dalam hidup ini secara tepat. Bukankah Anda pernah heran ketika terbukti, bahwa pandangan Anda atas sesuatu hal ternyata berbeda dengan pandangan Alkitab? Kita Anda mulai tahu, bahwa pikiran manusia yang bekerja tanpa bergantung pada Allah akan menghasilkan ide-ide atau kesimpulan-kesimpulan yang sama sekali berbeda dengan pandangan-Nya.

Mari kita mempertimbangkan perbedaan antara cara kita berpikir dan cara Tuhan berpikir. Kita cenderung mengganggap diri kita sebagai pepimpin bila orang-orang lain melayani kita. Sedangkan Yesus berkata sebaliknya, “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Matius 23:11). Kita cenderung beranggapan, bahwa jika kita ingin merdeka, kita harus keluar dari bawah kekuasaan. Namun Allah berkata, “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah” (Roma 13:1).

Kita sering beranggapan, bahwa cara untuk maju adalah dengan menutupi segala kesalahan kita. Allah berkata sebaaliknya, “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi” (Amsal 28:13). Kita sering berpikran bahwa , bila kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, maka kita akan kehilangan hidup kita itu. Namun Yesus berkata, “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Matius 16:25). Untuk mengatasi musuh kita, kita sering beranggapan bahwa sikap kita juga harus sama dengan mereka. Namun apa yang dikatakan Yesus? “…Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44). Jadi disini jelas bahwa kita harus membawa pikiran kita ke bawah pengawasan Kristus Yesus agar kita selalu memikirkan tentang kebaikan dan menyenangkan hati Tuhan. Amin.

 

*image by : http://www.parokimbk.or.id/warta-minggu/renungan/28-02-2016-pertobatan/

Share! jika renungan ini memberkatimu.