Instagram

Rasa Hormat, Jangan Ditolak

“Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka..” (1 Korintus 9:22)

Agar hubungan dapat berjalan, kita harus menerima perbedaan satu sama lain. Dalam keluarga kami, kami harus saling menghormati perspektif unik satu sama lain. Kami tidak perlu menyetujui setiap masalah, tetapi kami harus selalu menghormati dari mana orang lain berasal. Paulus melakukan itu: ‘Saya mencoba mencari titik temu dengan semua orang.’ Beberapa dari kita yang mengaku mengikuti Kristus memiliki waktu yang sulit dengan pandangan dan nilai yang berbeda dari kita. Kami pikir ‘kompromi’ adalah kata yang kotor.

Beberapa dari kita telah beralih dari kehidupan yang paling tidak bermoral ke dalam iman kepada Kristus, namun setelah pertobatan kita, kita tidak akan bergaul dengan siapa pun yang tidak setuju dengan kita dan mengadopsi nilai-nilai yang baru kita temukan. Terkadang keluarga kita berantakan karena kita mencoba memaksakan pendapat kita pada orang yang kita cintai, dan menetapkan batasan untuk mencegah orang yang tidak menurut. Benar-benar penyalahgunaan kekristenan! Yesus tidak mengutuk orang-orang yang menyalibkan-Nya; Dia berdoa, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.’ (Lukas 23:34). Dia tidak melihat mereka secara moral buruk, tetapi buta secara spiritual. Dia memberi tahu para murid-Nya, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yohanes 6:44).

Adalah tugas Anda untuk mencintai orang, dan tugas Tuhan untuk mengubahnya! Jadi, berhentilah mencoba melakukan apa yang hanya dapat dilakukan oleh Allah! Jika Anda berinvestasi dengan sabar dalam hubungan Anda, menghormati perspektif orang lain, dan menabur benih yang baik, Anda akan menuai panen yang menyenangkan dalam jangka panjang. Cinta Anda, bukan kekuatan argumen Anda, dapat memberi harapan kepada yang paling parah rusak di antara kita bahwa ada penyembuhan untuk tempat-tempat yang rusak dari jiwa manusia.

 

*image by : https://my.toluna.com//dpolls_images/2017/10/22/749265a5-8f84-4381-9a43-f1d50e95900f.jpg

Share! jika renungan ini memberkatimu.