Instagram

Salah Satu Larangan Besar Dari Allah

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. (Mazmur 37:8)

Marah berarti membuat kita “rusak” secara mental atau rohani. Menyatakan “Jangan marah” tidaklah sama dengan mempunyai sifat tidak dapat marah. Memang mudah untuk mengatakan, “Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia” (Maz. 37:7) samapi dunia kecil kita tejungkir balik dan kita terpaksa hidup dalam kebingungan dan penderitaan seperti yang dialami oleh banyak orang. Mungkin pada saat itu untuk “berdiam diri di hadapan Tuhan”? Jika, “Jangan” ini tidak berlaku di sana, maka itu tidak akan berlaku dalam hal lainnya. “Jangan” ini harus diterapkan selama hari-hari kesulitan dan ketidakpastian kita, seperti juga pada hari-hari kedamaian kita, atau itu tidak akan pernah terjadi. Dan jika itu tidak terjadi dalam kasus kita yang khusus, maka tidak akan terjadi pada siapa pun lainnya. Berdiam diri di hadapan Tuhan berarti tidak bergantung pada keadaan lahiriah kita, melainkan pada hubungan kita dengan Tuhan.

Kecemasan selalu mengakibatkan dosa. Kita cenderung berpikir bahwa sedikit gelisah dan cemas hanya merupakan pertanda betapa kebijaksaan kita, namun sebenarnya lebih menunjukkan betapa buruknya sikap kita. Kemarahan timbul dari keinginan untuk memaksakan kehendak kita. Yesus tidak pernah cemas atau gelisah, karena tujuan-Nya bukan untuk melaksanakan rencana-Nya sendiri, melainkan untuk menggenapi rencana Allah. Kemarahan adalah kefasikan bagi seorang anak Allah.

Apakah kita menopang jiwa kita yang bebal dengan gagasan bahwa situasi kita terlalu sulit bagi Allah? Singkirkan semua pendapat dan dugaan kita dan “tinggallah di bawah naungan Yang Mahakuasa” (Mazmur 91:1 NKJV). Katakan dengan tegas kepada Allah bahwa kita tidak mau marah atau kesal tentang apa pun yang menyangkut diri kita. Semua kemarahan dan kecemasan kita disebabkan oleh adanya perencanaan tanpa Tuhan.

 

*image by : https://ar.pinterest.com/pin/431571576769283755/

Share! jika renungan ini memberkatimu.