Instagram

Singa dan Domba

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” _Efesus 4: 2

Suatu hari seekor singa bertemu harimau di hutan. Dia meraih ekor harimau dan menuntut, “Siapakah raja hutan?” Harimau itu menjawab dengan lemah lembut, “Kamu, wahai singa yang perkasa.” Selanjutnya singa meraih seekor monyet, bertanya, “Siapa yang kamu katakan adalah raja dari rimba? “Monyet itu dengan rendah hati menjawab,” Kamu, hai singa yang perkasa. “Kemudian singa bertemu dengan seekor gajah dan bertanya,” Siapakah raja hutan? “Gajah itu meraihnya dengan belalainya, berputar di sekelilingnya dan melemparkannya. melawan pohon, membuatnya berdarah dan patah. Singa itu bangkit perlahan, dan menjilati luka-lukanya, berkata kepada gajah, “Hanya karena kamu tidak tahu jawabannya, tidak ada alasan bagimu untuk bersikap kasar.” Pelajaran dalam cerita ini adalah: semakin besar otoritasmu, semakin besar seharusnya sikap Anda lebih ramah terhadap orang lain. Dalam Alkitab Yesus disebut sebagai singa dan domba; Dia adalah Singa dari suku Yehuda, dan Anak Domba Allah. Dan dalam hal ini Dia menunjukkan kepada kita esensi dari kekuatan dan kepemimpinan sejati. Ketika berbicara tentang membela kebenaran, Anda harus mengaum seperti singa, dan ketika berurusan dengan orang-orang, Anda harus selembut domba. Paulus menjabarkannya dengan jelas dalam Alkitab ini: ‘Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.'(Kolose 3:13).

Share! jika renungan ini memberkatimu.