Instagram

Sumber Kekacauan & Kejahatan

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:16)

Kekacauan dan kejahatan awalnya dari iri hati, dan mementingkan diri sendiri. “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yak. 3:16). Semua orang mempunyai potensi untuk memicu kekacauan dan kejahatan. Untuk itu, kita sebagai mahkluk sosial sering berinteraksi dengan orang lain hendaklah kita melakukan hal-hal yang baik saling membangun dan memotivasi ke hal-hal yang positif.

Tidak bisa dipungkiri, kita banyak gesekan-gesekan baik di kantor, keluarga, organisasi, bahkan dalam gereja sekalipun sering terjadi karena adanya perbedaan, entah perbedaan pendapat, dll. Yang menyebabkan timbulnya kekacauan dan kejahatan seringkali bukan karena perbedaan-perbedaan seperti budaya, tradisi, bahasa, atau jenjang sosial. Tetapi justru disebabkan oleh dua hal yaitu : iri hati dan mementingkan diri sendiri.

Iri hati merupakan sikap hati yang merasa tidak senang apabila melihat orang lain berhasil atau melihat ada kelebihan pada diri orang lain. Iri hati akan menghancurkan kehidupan orang lain dan diri orang itu sendiri. Iri hati bisa membuat manusia berani menyebarkan fitnah yang bisa menghancurkan hidup orang lain. Contohnya seperti yang dilakukan saudara-saudara Yusuf tehadap Yusuf. Iri hati juga dapat menyebabkan penghujatan atau pembantahan atas kebenaran firman Tuhan (Kisah Para Rasul 13:45, “Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.”) Orang iri hati tidak bisa menerima kebenaran karena tidak ada kebenaran di dalam dirinya.

Orang yang mementingkan diri sendiri adalah orang yang menjadikan dirinya sebagai pusat. Orang seperti ini akan mengutamakan kepentingan dan perasaannya sendiri dan ia sama sekali tidak memperdulikan orang lain. Dia tidak akan segan-segan untuk melakukan hal-hal yang jahat kepada teman, saudara, atau bahkan kepada saudara seimannya. Orang seperti ini tidak akan bisa bekerja sama dengan siapa pun. Karena biasanya orang seperti ini tidak akan mengutamakan kepentingan bersama-sama atau timnya.

Untuk tidak menimbulkan kekacauan dan kejahatan yang didasari oleh iri hati dan mementingkan diri sendiri, kita harus dapat membereskan hati kita dan menang atas kedua hal tersebut. Dengan demikian kita akan terhindar dari sumber-sumber yang menyababkan kekacauan dan kejahatan. Tuhan Yesus menginginkan kita, sebagai anak-anak-Nya, menjadi pembawa damai sukacita dan kasih sebagaimana diri-Nya. Amin.

Share! jika renungan ini memberkatimu.