Instagram

Tetap Sederhana

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” [Matius 6: 7]

Beberapa nasihat terbaik untuk memberikan pidato adalah “Buatlah sesederhana mungkin!” Menjaga agar tetap sederhana, menurut Yesus, merupakan nasihat yang baik untuk doa juga.

Dalam ajarannya di Matius 6 tentang doa, Yesus menasihati, “Jangan terus mengoceh seperti orang kafir, karena mereka mengira mereka akan didengar karena banyak perkataan mereka.” Dia berbicara di sini tentang orang-orang yang percaya pada dewa-dewa palsu dan berpikir bahwa Anda perlu membuat tontonan dengan doa yang mencolok dan mencolok untuk menarik perhatian para dewa. Tetapi Tuhan yang benar tidak kesulitan mendengarkan kita, dan Dia memperhatikan semua kebutuhan kita.

Sekarang, ini bukan untuk mengatakan bahwa doa umum atau bahkan doa yang panjang adalah sebuah kesalahan. Sering ada doa dalam ibadat umum, di mana seorang pemimpin akan berbicara untuk semua orang, yang berdoa bersama pada waktu yang sama. Selain itu, seringkali banyak hal yang perlu disyukuri dan dikhawatirkan, sehingga pantas untuk didoakan dalam waktu yang lama. Yesus sendiri sering melakukan-Nya.

Ketika kita berdoa, sendirian atau di depan umum, yang utama adalah memusatkan semua perhatian kita pada Tuhan, kepada siapa kita berdoa. Dia membuat langit dan bumi. Dia sangat mengasihi kita sehingga Dia tidak menyayangkan Putra satu-satunya dalam menyelamatkan kita dari dosa dan kematian. Dengan cara yang sederhana, sepenuh hati, dan langsung, kita dapat berbagi dengan Tuhan semua rasa terima kasih dan perhatian kita. Dan Yesus berjanji bahwa Bapa kita tidak hanya akan mendengar tetapi juga menjawab doa-doa kita. Apa yang lebih sederhana dari itu?

Share! jika renungan ini memberkatimu.