Instagram

Tuhan Akan Mengadili

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. (2 Korintus 5:10)

Paulus menyatakan bahwa kita semua, baik pengkhotbah maupun kaum awam, “harus menghadap takhta pengadilan Kristus.” Akan tetapi, jika Anda mau belajar disini saat ini untuk hidup di bawah pengamatan terang Kristus yang murni, maka pengadilan akhir Anda hanya akan mendatangkan sukacita dalam melihat karya yang telah dikerjakan Allah di dalam diri Anda. Teruslah hidup sambil mengingatkan diri Anda sendiri tentang takhta pengadilan Kristus, dan berjalanlah dalam pengetahuan akan kesucian yang telah diberikan-Nya kepada Anda. Membiarkan sikap keliru terhadap orang lain menyebabkan Anda mengikuti roh iblis, betapa pun kudusnya Anda.

Sebuah penilaian duniawi tentang orang lain hanya akan memenuhi tujuan neraka di dalam diri Anda. Kemukakanlah secara terbuka dan akuilah, “Ya Tuhan, aku telah bersalah dalam hal itu.” Jika Anda tidak melakukannya, maka hati Anda akan menjadi semakin keras. Salah satu hukuman dari dosa adalah penerimaan kita atas dosa itu. Bukan hanya Allah yang menghukum dosa, namun dosa itu sendiri bercokol di dalam diri pendosa dan mendatangkan korban. Tidak ada pergumulan atau doa yang akan menyanggupkan Anda terhenti melakukan hal-hal tertentu, dan hukuman dosa adalah bahwa Anda berangsur-angsur terbiasa dengan itu, sampai akhirnya Anda bahkan tidak sadar bahwa itu adalah dosa. Tidak ada kuasa, selain dari kuasa setelah dipenuhi Roh Kudus, yang dapat mengubah atau mencegah akibat-akibat dosa.

“Jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang…” (1 Yohanes 1:7). Bagi kebanyakan dari kita, hidup di dalam terang berarti hidup menurut tolok ukur yang telah kita tetapkan bagi orang lain. Sikap orang Farisi terburuk yang kita tampilkan masa kini bukanlah kemunafikan, melainkan sikap hidup yang menjalani dusta tanpa menyadarinya.

 

*image by : http://ajaibtuhanku.blogspot.com/2015/07/mencari-namaku-di-buku-kehidupan-di.html

Share! jika renungan ini memberkatimu.