Instagram

Tuhan Bersama Kita

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. [Yohanes 1:14]

Terkadang butuh beberapa saat untuk memahami apa yang terjadi di sekitar Anda. Pada tanggal 30 Oktober 2010, pembeli memenuhi department store Macy di Philadelphia. Itu adalah hari belanja biasa sampai, tanpa keriuhan, lebih dari 650 penyanyi dari daerah itu bergabung dengan Opera Company of Philadelphia Chorus dan mulai menyanyikan “Hallelujah Chorus” milik Handel. Awalnya, pembeli tampak bingung saat mereka datang untuk melihat apa yang terjadi. Para penyanyi tidak berada di atas panggung, tetapi diselingi dengan para pembeli. Orang-orang merekam acara tersebut di kamera mereka, dan segera dipublikasikan di Internet. “Tindakan budaya acak” ini mungkin terlihat spontan, namun butuh usaha keras untuk mewujudkannya.

Ketika Yesus muncul di bumi, awalnya tampak seperti kelahiran acak. Meskipun beberapa orang tahu tentang kedatangan Yesus, sebagian besar tidak menyadari rencana yang telah dibuat di surga untuk membawa kita seorang Juruselamat.

Injil Yohanes memberi kita gambaran sekilas tentang latar belakang perencanaan yang membawa Yesus kepada kita. Kelahiran Kristus lebih dari sekadar peristiwa sederhana seorang wanita muda melahirkan di kandang, tempat para gembala dan orang bijak datang berkunjung. Ini adalah kesempatan yang Tuhan buat untuk menyelamatkan orang-orang dari semua bangsa. Mari bersukacita hari ini, karena Tuhan membuat tempat tinggal-Nya di bumi untuk kita!

 

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.