Instagram

Ujian Yang Berat

“…Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau…” (1 Tawarikh 28:20)

Ada orang-orang tertentu menghilang di dalam kelompoknya, karena mereka tidak melihat adanya jalan keluar yang lain. Suatu soal ujian yang diberikan kepada para pemuda yang mengikuti ujian masuk Angkatan Kepolisian di London berbunyi begini, “Ketika Anda sedang berpatroli di jalan raya, pipa utama air minum menyemburkan air sampai ke seberang jalan. Beberapa mobil bertubrukan karena semburan air itu dan sejumlah pejalan kaki yang terguyur air itu mulai panik. Pada saat semua itu terjadi, Anda melihat seorang laki-laki yang wajahnya terpampang pada poster di kantor polisi pagi itu yang bertuliskan “Dicari”. Selain itu ada dua orang pembawa kendaraan yang bertabrakan di tengah jalan, mulai saling berteriak marah-marah, dan ternyata salah seorang di antara mereka adalah istri Inspektur, atasan Anda. Ketika Anda mendekati istri atasan itu Anda mencium bau alkohol dari napasnya. Kemudian seekor anjing berlari menyelusup diantara kaki Anda dan Anda melihat binatang itu tidak mengenakan tali leher (di Inggris ini merupakan pelanggaran), dan ketika Anda berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang harus Anda perbuat, sekonyong-konyong seorang laki-laki berlari mendapatkan Anda dan memberitahukan, bahwa istrinya sedang hamil delapan bulan merasa akan melahirkan, di toko yang tidak jauh letaknya. Telepon di toko itu rusak dan ia meminta bantuan Anda untuk segera menelepon sebuah mobil ambulans.”

Soal ujian itu kemudian berbunyi begini, “Bagaimana Anda akan mengatur semua untuk mengatasi keadaan tersebut?” Seorang pelamar menulis jawabannya begini, “Saya akan melepaskan baju seragam saya dan menghilang di tengah kerumunan orang-orang itu!”

Kita mungkin melakukan tindakan yang sama bila berada di dalam keadaan seperti itu, tetapi mentalitas yang ingin menghilang di tengah kerumunan itu bukan mentalitas Kristen. Orang Kristen yang sungguh-sungguh tidak mau melarikan diri dari ujian tersebut supaya tidak dikenali. Ingat, Tuhan kita tidak pernah ikut-ikut massa, meskipun itu berarti Ia harus pergi ke salib.

Jadi, kita harus bisa menerima apapun ujian yang ada, menyelesaikannya dengan baik. Itu dibutuhkan pola pikir yang benar sesuai dengan pola pikir Tuhan, supaya kita terhindar dari kemungkinan untuk melarikan diri, segala usaha untuk menghindari tanggung jawab dan segala keraguan yang ada. Berdoalah kepada Tuhan, minta pimpinan dan pertolongan kepada-Nya agar kita mampu berdiri tegak menghadapi segala sesuatu. Amin.

 

*image by : https://www.charismanews.com/opinion/46581-leonard-ravenhill-paints-picture-of-true-prophets

Share! jika renungan ini memberkatimu.