October 2017

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. (Mazmur 37:5)   Allah tampaknya senang menggagalkan rencana yang telah kita buat, bila kita tidak melibatkan Dia dalam rencana kita. Kita terperosok sendiri dalam situasi yang tidak dipilih oelh Allah, dan

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2) Banyak orang Kristen memiliki kecenderungan yang tidak seimbang untuk bersiap sedia hanya bila "tidak baik waktunya". Masalahnya

Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri. (Amsal 11:12) Dalam kehidupan ini seringkali kita menjumpai orang-orang yang berkompetisi, artinya berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Tentu saja hal ini tidaklah salah. Namun seringkali kita menemukan dalam kompetisi itu,

2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan oleh Allah memang, bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebanaran. Firman yang kita baca menjadikan kita hidup didalamnya. Merenungkan firman Tuhan adalah kunci semakin dekat dan semakin mencintai

Dengan mengambil rupa dengan seorang hamba, Kristus mengosongkan diriNya. Tidak  membuang atau meninggalkan sifat ilahinya, kodrat ilahi dan rupa Allah.  Tetapi Ia mengosogkan diriNya dengan mengambil sesuatu  untuk dirinya, yaitu suatu cara keberadaan yang baru, sifat atau rupa Allah dengan

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)   Begitu banyak orang yang mudah sekali menjadi putus asa dan menyerah oleh banyaknya tantangan hidup. Karena tekanan hidup yang kian berat dan permasalahan yang dialami, banyak