Instagram

Allah Berbelas Kasih

Bukan rahasia bahwa Allah adalah pribadi yang berbelas kasihan. Kasih bukan sesuatu yang ada pada Allah, seperti kita memiliki uang atau emas. Tidak, Allah adalah kasih. Itu sebabnya ada kata bijak Latin: ubi caritas dues ini est, dimana ada cinta kasih, disitu ada Allah. Allah Nampak dalam pengenalanNya akan kebahagiaan dan kesedihan, sukacita dan dukacita. Allah bukan tertawa melihat sukacita yang dialami anak-anak manusia, tetapi juga menangis dan meneteskan air mata. Ia menyatu dalam duka dan kesedihan ciptaanNya. Allah bukanlah mahluk gaib yang mati rasa dan kebal terhadap duka dan kesedihan, suka dan kebahagiaan manusia. Ia juga bukan pribadi yang masa bodoh atau berdarah dingin.

Allah tertawa. Mazmur 2:4 mengatakan, Ia mentertawakan perbuatan manusia yang memberontak kepadaNya, dan kepada orang yang mengurapiNya. Allah tertawa sebagiamana ditegaskan disini berkonotasi negatife, yakni Allah mengolok-ngolok mereka. Allah juga tertawa  sebagai ungkapan dukacita dan kebahagiaan (Luk 15:7). Ya, Allah tertawa memperolokkan kebodohan manusia, tetapi juga tertawa merespons keselamatan yang menjadi bagian manusia.

Allah yang tertawa karena bahagia juga membuat orang-orang tertawa bahagia (Mzm.126:2; Ayb 8:21). Ia membagi-bagikan sukacitaNya kepada orang-orang pengasihNya. Akan tetapi, tidak demikian dilakukan Allah dengan tangisan dan air mataNya. Allah yang menangis tidak pernah membuat manusia yang menangis atau membagi-bagikan tangisanNya dengan manusia. Ia menangis melihat kedegilan hati manusia. Ia manangis dalam bentuk solidaritas dalam duka dan kesedihan manusia (Yoh 11:35). Tangisan dan  air mata Allah bukan sekedar wujud bela rasa, juga buka ungkapan kemarahan atas kejahatan manusia. Tangisan dan air mata Allah melampaui dua motif. Air mata dan tangisan Allah merupakan kabar sukacita (injil) bagi manusia.

Share! jika renungan ini memberkatimu.