Instagram

Anugerah Kasih

  • Aku sabar terhadapmu karena aku mengasihi dan ingin mengampuni

  • Aku bermurah hati kepadamu karena aku mengasihimu dan ingin menolongmu.

  • Aku tidak mencari keuntungan diri sendiri karena aku mengasihimu dan ingin memenuhi kebutuhanmu

Ketika Paulus mendaftarkan sifat-sifat yang saleh yang dia sebut sebagi buah Roh, ia menempatkan kasih di urutan pertama, kemungkinan besar untuk menekankan pentingnya sifat ini. Kasih adalah keseluruhan anugerah yang darinya semua karakter yang lain bertumbuh. Dalam Kolose 3:14, ia berkata bahwa kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan semua karakter-karakter lain.

Kesalehan adalah pengabdian kepada Allah, namun pengabdian kepada Allah diwujudkan dengan saling mengasihi. Atau, dengan kata lain, pengabdian kita kepada Allah divalidasi oleh kasih kita kepada sesama. Sebagaimana yang dikatakan Rasul Yohanes, “jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah.’ Dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: “Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:20-21)

Kita tidak bisa benar-benar mengasihi Allah tanpa mengasihi satu sama lain. Ketika kita berkata bahwa ada orang yang tidak saya kasihi, sama saja dengan berkata kepada Tuhan, “saya tidak cukup mengasihiMu untuk mengasihi orang itu.” Bukan berarti kita menyangkali realita pergumulan rohani dalam mengasihi orang tertentu, karena seringkali muncul pergumulan seperti ini.  Saya mengacu pada sikap yang enggan untuk mengasihi seseorang, yaitu berpuas diri dengan membiarkan kurangnya kasih bagi seseorang itu berdiam di hati kita tidak dikoreksi atau diperbaiki.

1 Kor 13 adalah gambaran tentang kasih.

  • Aku sabar terhadapmu karena aku mengasihi dan ingin mengampuni
  • Aku bermurah hati kepadamu karena aku mengasihimu dan ingin menolongmu
  • Aku tidak mencari keuntungan diri sendiri karena aku mengasihimu dan ingin memenuhi kebutuhanmu

Mengekspresikan kasih dengan cara seperti ini, sebagai dasar yang memotivasi seseorang, menolong kita melihat apa yang ada di dalam pikiran Paulus ketika ia berkata bahwa kasih mengikat semua karakter Kristiani. Oleh karena itu, Petrus mengatakan kepada kita, “kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain”. (1 Ptrs 4:8).

Tuhan Yesus Memberkati!

Share! jika renungan ini memberkatimu.