Instagram

Bagaimana Iman Bertumbuh

“…Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.” _Mazmur 55:24

 

Mengapa iman bertumbuh dengan kuat di tengah pengalaman padang gurun? Inilah pertanyaan yang akan kita renungkan hari ini.

Kita berpikir jawabannya adalah bahwa ketika segala sesuatu berjalan seperti yang kita kehendaki, sulit untuk menolak timbulnya kesombongan yang samar-samar. Kita berkata, walaupun mungkin secara tidak sadar. “Aku pasti melakukan segala sesuatu yang baik sehingga sekarang dapat menuai hasil ketaatanku.”

Tekanan dan hadirnya masalah besar seperti pengalaman padang gurun (atau dalam hal ini ujian-ujian yang tidak terlalu berat) cenderung memecah pola berpikir yang sombong dan kita mulai kehilangan keyakinan akan kemampuan untuk menguasai seluruh hidup kita. Kita merasa dasar kita berpijak goyah, kaki kita mulai terpeleset, dan kita mencari pijakan iman yang lebih kuat. Dalam situasi seperti ini – yaitu ketika  iman menjadi satu-satunya pilihan – kita mulai menyadari kebodohan dari sikap bergantung kepada diri sendiri dan keyakinan kita kepada Tuhan semakin berkembang dan bertambah dalam.

Kadang – kadang pergumulan hidup yang biasa tidak menggoyahkan keyakinan kita kepada diri sendiri; kita merasa tetap cukup, egois, bahkan sombong. Yang diperlukan agar kepuasan pribadi itu terganggu adalah suatu tingkat ujian yang mempunyai kekuatan untuk menghancurkan pola pemikiran egois dan memindahkan kita dari ketergantungan pribadi menjadi ketergantungan kepada Tuhan.

Kita berharap bahwa tingkat bahwa tingkat iman kita kepada Tuhan dapat bertumbuh tanpa harus melalui cara yang menyakitkan, tetapi akibat dosa dalam jiwa kita, kita dapat lebih baik belajar melalui penderitaan daripada melalui kesenangan.

Share! jika renungan ini memberkatimu.