Instagram

Belajar dari Penderita Kusta

“Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir” _[Lukas 17:14]

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”’ (ay.11-19).

Kisah ini mengajarkan kita tiga hal:

  1. Terkadang jawabanNya datang dengan cepat; di lain waktu itu datang perlahan atau selangkah demi selangkah.   Alkitab berkata, ‘Ketika mereka pergi, mereka menjadi tahir.’ Kita tidak akan tahu langkah mana yang akan membawa jawaban, Tetapi kita harus terus berjalan dalam iman.
  2. Jangan menyerah karena orang lain menolak Anda.   Sebagai orang buangan sosial, orang-orang ini mengharapkan Yesus untuk memperlakukan mereka sebagaimana mestinya. Tetapi ketika kita mendekat kepada Tuhan, Dia akan mendekat kepada kepada kita. (lihat Yakobus 4:8). Apakah Anda sedang bergumul dengan masalah yang menyebabkan orang lain menjauhi Anda atau menyingkirkan Anda? Yesus tidak akan melakukan itu. Dia berkata, “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”(Yohanes 6:37).
  3. Selalu ingat untuk bersyukur dan memuji Tuhan.   Hanya satu dari sepuluh penderita kusta yang datang kepada Tuhan untuk syukur dan memuji Tuhan. Apakah Anda telah melewatinya? Ketika Anda menyadari betapa berartinya ucapan syukur Anda kepada Tuhan, Anda tidak akan pernah melewatkan satu hari pun tanpa memuji dan menyembah Dia.

Jadi, kita harus terus berjalan dalam iman, apapun tantangan yang sedang kita hadapi. Tuhan Yesus memberkati.

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.