Instagram

Berani Mengambil Resiko

 Siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.  (Daniel 3:6)

Berani untuk mengambil resiko sangat lah penting dalam menghadapi tantangan hidup.  Siap hidup dan siap mati, tidak takut dan gemetar terhadap apapun, karena mempunyai ketetapan hati yang mantap. Ingat, bagaimana kisah  Sadrakh, Mesakh dan Abednego ?  Ada sebuah perintah yang telah dibuat bahwa ketika mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi atau alat musik lainnya maka harus menuruti dan siap sujud menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar. Tetapi apa yang terjadi? Mereka  tidak mau menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar tersebut.

Alkitab menuliskan bahwa mereka tidak mengindahkan titah itu, mereka tidak mau memuja dan menyembah patung yang dibuat raja. Meskipun ancaman resiko masuk ke dalam perapian. Mereka tidak khawatir, cemas dan takut, malah dengan berani untuk menerima hukuman itu. Mereka tetap mempertahankan iman yang  mereka percayai. Mereka berkata kepada raja; ”Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu ya raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memujja dewa tuanku, dan  tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:17-18).

Mereka berani berkata tidak dan berani bertindak menerima hukuman yang sudah ditetapkan itu. Maka raja murka dan memerintahkan supaya perapian dibuat tujuh kali lebih panas dari biasanya, dan ketika  mereka dicampakkan kedalam api, mereka tidak terbakar, rambut di kepala mereka tidak hangus, bahkan bau kebakaranpun tidak ada. Karena Allah menyertai mereka. “Lalu  Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang menyala-nyala itu ; berkatala ia: “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah kemari!” (Dan 3:26).  Merekapun keluar dengan selamat dari perapian , Tuhan menyertai mereka. Dengan berani mereka mengatakan sekalipun Allah tidak menolong, mereka siap untuk mati   bagi Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam, mereka diluputkan dari panas api itu, mereka tidak terbakar.

Jadi, jangan takut, hadapilah setiap persoalan, jangan lari, Allah memberikan kekuatan agar kita dapat menghadapinya. Apapun yang kita alami, ancaman apapun yang ada di depan mata, hendaklah iman kita teguh dan kuat. Berani berjalan menghadapi tantangan  “Apabila engkau berjalan melalui api engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” (Yes 43:2b). Kalau kita berani mengambil resiko dan hidup sesuai kebenaran Allah, Tuhan Yesus pasti menolong kita, Tuhan juga pasti membela FirmanNya yang mendatangkan kebaikan.

 

*image by: http://www.towards2020.org/assets/uploads/devotion/e380.jpg

Share! jika renungan ini memberkatimu.