Instagram

Cara Menghilangkan Stres

Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” [Keluaran 33:14]

 

Jawablah sepuluh pertanyaan berikut dengan jujur. 1) Apakah Anda terkadang pemarah tanpa mengetahui alasannya? 2) Apakah Anda bekerja keras tetapi merasa tidak dihargai? 3) Apakah Anda merasa bersalah dan tidak produktif ketika Anda ketahuan sedang bersantai? 4) Apakah Anda semakin sering berteriak untuk menyampaikan maksud Anda alih-alih berbicara dengan tenang? 5) Dapatkah Anda mengingat kapan terakhir kali Anda tertawa sampai menangis? 6) Apakah Anda lelah setelah hari libur karena semua tugas yang harus Anda lakukan? 7) Apakah Anda cenderung makan lebih banyak saat Anda tegang atau kewalahan? 8) Apakah Anda selalu bersikap defensif? 9) Apakah Anda menderita sakit kepala dan sakit perut yang tidak dapat dijelaskan? 10) Apakah daftar tugas Anda memiliki catatan kaki? Jadi, bagaimana Anda melakukan tes? Apakah kamu terkejut? Jika Anda menyesuaikan diri dengan diri sendiri, Anda seharusnya tidak demikian. Gejala stres yang berlebihan tidak muncul dalam semalam. Ketika komputer Anda mulai membeku, Anda tahu sudah waktunya untuk mematikannya dan reboot. Saat lampu peringatan berkedip di dasbor mobil Anda, Anda tidak akan bermimpi untuk mengabaikannya. Ketika jam mulai kehilangan waktu, Anda tahu sudah waktunya untuk mengganti baterai! Intinya adalah: jika Anda terus mengabaikan tanda-tanda peringatan, stres pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan Anda. Yesus berkata, ‘Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.’ (Yohanes 14:27). Dengan kata lain, berusahalah untuk mengendalikan reaksi Anda. Berhentilah kehilangan kedamaian Anda atas setiap hal kecil yang salah dalam hidup Anda. Ketika tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi situasi tersebut, belajarlah untuk mempercayai Tuhan, lepaskan, dan pertahankan sukacita Anda.

Share! jika renungan ini memberkatimu.