Instagram

Diberkati

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. — Matius 5:3

Khotbah di Bukit dimulai dengan serangkaian pernyataan “berkat”. Ini sering disebut Sabda Bahagia. Setiap pernyataan dimulai dengan kata Yunani macarios, yang dapat diterjemahkan sebagai “diberkati” atau “berbahagia.”

Mungkin sebagian dari kita saat ini mengatakan kita ‘diberkati’ karena mendapat bonus atau tidak harus berhenti di lampu merah dalam perjalanan ke tempat kerja. Namun menjadi macarios lebih dari sekadar merasa nyaman atau memperoleh keuntungan di rekening bank kita. Berkat sejati adalah hidup selaras dengan kehendak Tuhan, cara kita diciptakan untuk hidup. Dalam Alkitab, orang yang diberkati digambarkan sebagai orang yang utuh dan berkembang melalui hubungan yang kuat dengan Tuhan. Hidup selaras dengan Tuhan, atau sejalan dengan Roh, mungkin tidak memberi kita lebih banyak uang atau kehidupan yang lebih mudah, namun hal itu akan menuntun pada kedamaian dan keutuhan saat kita berjalan bersama Tuhan.

Hal ini penting untuk diingat saat kita merenungkan Firman Tuhan hari ini. Yesus membuat beberapa pernyataan yang membingungkan dan provokatif di sini, dan kita mungkin tidak selalu merasa “senang” dalam menerapkan perintah-Nya. Meski begitu, Khotbah di Bukit diawali dengan gambaran tentang apa artinya berkembang dalam hubungan dengan Tuhan. Ketika kita menghayati Firman ini, kita melangkah ke dalam jenis kehidupan yang ingin kita jalani, dan kita mengalami semacam ketenteraman dan keutuhan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Amin.

Share! jika renungan ini memberkatimu.