Instagram

Harapan untuk Hati yang Terluka

Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku! [Yeremia 17:14]

Kemarin saya bercerita tentang kakek saya yang pernah bertempur di perang dan terluka parah. Sebuah peluru meledak di dekat posisinya, dan dia terkena banyak pecahan peluru.

Belakangan, di rumah sakit darurat, seorang ahli bedah mengeluarkan pecahan cangkang yang lebih besar. Tapi yang lebih kecil tertinggal di tubuh kakek saya selama sisa hidupnya. Akibatnya, dia kesulitan melewati pemindai keamanan karena potongan logam di bawah kulitnya.

Sebagian besar dari kita tidak mengalami peristiwa dramatis seperti itu dalam hidup kita. Tapi kita mungkin membawa sedikit demi sedikit trauma kita dari masa lalu. Dalam pelayanan kita, kita sering kali mendengar dari orang-orang yang tidak dapat menikmati hidup mereka sepenuhnya karena sakit parah yang mereka alami bertahun-tahun yang lalu. Luka mereka masih dapat memicu peringatan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Alkitab mengajarkan kita untuk berpaling kepada Tuhan dalam setiap situasi—khususnya dalam luka dan pergumulan kita. Meskipun kita mungkin kesakitan atau merasa dihantui oleh kenangan lama di masa lalu, Tuhan lebih dekat dari yang kita sadari. Seperti nabi Yeremia, kita dapat bersandar kepada Tuhan dalam iman.

Secara intelektual kita mungkin tahu bahwa Tuhan menyembuhkan dan menyelamatkan. Tetapi ketika kita percaya sepenuhnya kepada-Nya, keselamatan dan damai sejahtera-Nya menjadi realitas pribadi kita.

Share! jika renungan ini memberkatimu.