Instagram

Hidup dalam Ketaatan

Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. _Keluaran 19:5

Taatilah Tuhan dan serahkan segala konsekuensinya kepada-Nya. Kepatuhan dapat menjadi sebuah tantangan, khususnya ketika kita merasa tergoda untuk percaya bahwa kita akan kehilangan lebih banyak akibat kepatuhan kita daripada keuntungan yang kita peroleh. Namun, menaati Tuhan adalah hal yang penting untuk menyenangkan Dia—tidak hanya pada saat pencobaan, namun setiap saat.

Ketika Tuhan memerintahkan kita untuk menaati-Nya, Dia memberi kita sebuah prinsip untuk hidup. Dia juga menetapkan kerangka di sekitar kehidupan kita yang membentuk pagar perlindungan dari kejahatan.

Dapatkah Anda mengingat kapan terakhir kali Anda merasa tergoda untuk melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang Anda tahu Tuhan ingin Anda lakukan? Kemungkinan besar, pergulatan muncul di dalam hati Anda. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul: Akankah menaati Tuhan lebih merugikan saya daripada tidak menaati-Nya? Dapatkah saya merasakan kebahagiaan yang lebih besar dengan melakukan dosa ini dibandingkan dengan menaati Tuhan?

Ketika kita memilih untuk menaati Tuhan, kita mengambil jalan kebijaksanaan. Janji-janji-Nya tentang berkat bagi ketaatan jauh lebih besar daripada segala konsekuensi yang mungkin terjadi. Dia meminta kita untuk menyerahkan diri kita kepada-Nya dan menyerahkan apa pun yang terjadi pada pemeliharaan kasih-Nya.

Saat kita bertumbuh dalam perjalanan kita bersama Tuhan, ketaatan menjadi jalan yang melaluinya kita dapat mengenal Dia lebih baik. Ketika kita menaati-Nya, Dia menarik kita lebih dekat kepada-Nya dan mengajari kita lebih banyak tentang ajaran dan kasih-Nya.

Ketidaktaatan mengirimkan pesan kepada Tuhan, menyatakan bahwa kita lebih tahu daripada Dia dalam hal kehidupan kita dan keadaan di sekitar kita.

Tuhan mengasihi kita dan berkomitmen kepada kita. Dia memerintahkan kita untuk taat, bukan karena Dia adalah pemberi tugas yang ketat, namun karena Dia mengetahui dampak buruk dari ketidaktaatan dan dosa terhadap kehidupan kita.

Share! jika renungan ini memberkatimu.