Instagram

Iman yang Alkitabiah

Iman justru adalah pengakuan kebangkrutan kita dihadapan Allah, pengakuan yang rendah hati bahwa kita tidak memiliki pencapaian apa-apa. Justru dari permulaan yang sederhana inilah kita akan menemui jalan menuju anugerah serta anugerah ilahi.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr 1:1). Iman memang merupakan bukti. Namum iman bukan bukti siapa diri kita, sebagaimana sering kali dunia mengajar kita bahwa pencapaian kita adalah bukti siapa kita sebenarnya. Bukan, iman adalah bukti apa yang tidak kelihatan, karena memang kerajaan Allah adalah realitas yang tidak terlihat. Dunia selalu mencari bukti terhadap apa yang bisa dilihat secara kasat mata, oleh mata jasmani kita, karena dunia memang tidak memiliki mata (maksudnya buta) untuk melihat hal-hal yang rohani. Bagi dunia kesempurnaan adalah pencapaian-pencapaian hal-hal yang besar yang dapat dipakai sebagai bukti.

Theology Luther tentang iman yang adalah kesempurnaan pencapaian, kesempurnaan relasi lebih dari realisasi dan kesempurnaan kebenaran lebih daripada tingkah laku. Pengalaman iman adalah pengalaman akan apa yang belum kita miliki. Iman justru adalah pengakuan kebangkrutan kita dihadapan Allah, pengakuan yang rendah hati bahwa kita tidak memiliki pencapaian apa-apa. Justru dari permulaan yang sederhana inilah kita akan menemui jalan menuju anugerah serta anugerah ilahi. Banyak orang Kristen memulai hidup kepercayaan dengan iman, lalu kemudian membangunnya bukan dengan iman lagi, melainkan penekanan terhadap pencapaian-pencapaian yang akhirnya menggantikann iman.

Beriman yang benar kepada Yesus Kristus, inilah iman yang sejati, bukan beriman terhadap hal-hal material atau jasmani, melainkan iman rohani serta merindukan pengenalan yang dalam akan Yesus Kristus.  Karena iman yang sejati menarik hati kita semakin mencintai Yesus.

Dalam segala keadaan pergunakanlah iman, sebab dengan perisai itu, kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat (Ef 6:16).

Share! jika renungan ini memberkatimu.