Instagram

Jangan Berdalih

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. (Filipi 1:20)

 

Kita akan merasa sangat malu jika kita tidak menyerahkan seluruh segi kehidupan kita kepada Yesus. Paulus seakan berkata, “Aku memutuskan untuk memberikan seluruh pengabdianku bagi kemuliaan-Nya.” Mencapai keputusan itu merupakan soal kemauan, bukan soal perdebatan atau penalaran. Itu merupakan penyerahan kemauan secara mutlak dan tanpa syarat. Pikiran dan pertimbangan tentang diri sendiri merintangi kita untuk mengambil keputusan itu, walaupun kita menutupinya dengan dalih bahwa kita sedang mempertimbangkan kepentingan orang lain. Ketika kita memikirkan dengan serius akibat yang akan dialami orang lain jika kita mematuhi panggilan Yesus tersebut dan mengabaikan kepentingan mereka, kita akan berkata kepada Allah bahwa Dia tidak tahu arti akan kepatuhan kita. Jangan berdalih Dia sungguh tahu tahu. Jauhkan pikiran yang lain tetaplah berada di hadapan Allah dengan satu sikap ini saja: Pengabdianku untuk kemuliaan-Nya. Aku bertekat untuk hidup secara mutlak dan sepenuhnya bagi Dia semata-mata. “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21). Paulus bertekad tidak ada yang dapat mencegah dia untuk melakukan kehendak Allah.

Untuk itu, sebelum kita memilih untuk mengikuti kehendak Allah, suatu krisis pasti terjadi dalam kehidupan kita. Ini terjadi karena kita cenderung tidak menanggapi dorongan yang lembut dari Allah. Dia membawa kita ke tempat di mana Dia meminta kita memberikan seluruh pengabdian kita kepada-Nya, lalu kita mulai berdalih. Dia kemudian menimbulkan suatu krisis yang mengharuskan kita mengambil keputusan – menyerah atau menolak. Saat itu menjadi sebuah persimpangan jalan dalam hidup kita. Jika krisis menghadang dari segala penjuru arah, serahkanlah kemauan kita kepada Yesus secara mutlak dan tanpa syarat.

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku. (Filipi 1:29-30).

Share! jika renungan ini memberkatimu.