Instagram

Jangan Beri Tempat Untuk Iri

“Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.” [Mazmur 16:5]

Sudahkah Anda membiarkan kecemburuan membentuk ‘benteng’ dalam hidup Anda? Apakah Anda mendapati diri Anda menghindari atau merasa kesal terhadap orang-orang tertentu karena kesuksesan mereka? Alkitab berkata, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh,tetapi iri hati membusukkan tulang.” (Amsal 14:30) dan New Living Translation memparafrasekannya seperti ini: ‘Kecemburuan seperti kanker di tulang.’ Jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus mengkritik seseorang dan mendambakan apa yang mereka miliki, bacalah kata-kata ini dan pikirkan baik-baik dan dengan penuh doa: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kucerai-beraikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. (Yeremia 29:11-14). Intinya, iri hati berkata kepada Tuhan, ‘Engkau melakukan kesalahan ketika Engkau membuatku seperti aku. Saya ingin menjadi seperti orang lain itu, dan memiliki apa yang mereka miliki!’ Tidak, Tuhan memiliki panggilan dan takdir yang unik untuk Anda. Jadi, alih-alih memberi tempat untuk rasa iri, biarkan hal itu memotivasi Anda untuk menjadi ‘Anda’ sebaik mungkin – yang Tuhan maksudkan untuk Anda,jika Anda sedang kalah bersaing jangan ada rasa iri, inilah resep dari Firman Tuhan yang perlu Anda ambil setiap hari: ‘Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai;ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku. Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.’ (Mazmur 16:5-9).

Share! jika renungan ini memberkatimu.