Instagram

Kasih

Kasih adalah takdir kita yang sesungguhnya. Kita tidak menemukan arti hidup melalui diri kita sendiri-kita menemukanya bersama orang lain-Thomas Merton

Alkitab mengatakan bahwa pada zaman now, kasih kebanyakan orang akan semakin hambar. Orang akan menjadi egois dan semakin memikirkan dirinya sendiri. Penderitaan dan pergumulan hidup memang tidak bisa menjadikan orang betumbuh semakin dewasa, bisa juga semakin egois dan semakin tidak mempedulikan sesamanya.  Ada orang yang hancur karena kesulitan dan bukannya semakin teruji ketulusan dan kedalaman kasihnya, karena itu, bukan penderitaan dan kesulitan membawa manusia kepada kedewasaan, melainkan respon yang benar di hadapan Tuhan dalam menghadapi saat-saat pembentukan seperti itu. Berlawanan dengan apa yang dikatakan oleh Thomas Merton, di atas, banyak orang percaya bahwa arti hidup sungguhnya didapat ketika seseorang memiliki kepastian yang kokoh  mengenai apa yang ia sendiri inginkan dalam hidupnya. Di situ manusia mulai akan mengalami kemiskinan relasi dengan sesamanya. Ketidakhadiran kasih didalam diri seseorang menciptakan keperibadian yang tidak manusiawi. Sikap saling menyalahkan dan saling menghakimi, saling tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan menjadi karakteristik umum dalam dunia yang tidak mengenal Tuhan. Yang lebih menipu adalah, bahkan tindakan-tindakan yang seringkali dikaitkan dengan kasih ternyata dapat merupakan tindakan-tindakan fenomenal belaka tanpa adanya kasih. Kita perlu kembali ke Alkitab untuk mengenal kasih yang sejati. Seperti yang Allah nyatakan bahwa Dia adalah kasih.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:8)

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.